Jelang musim penghujan, Kades Sultan Majalengka pilih bangun TPT untuk keselamatan warga
Antisipasi terjadinya longsor saat memasuki musim penghujan, kepala desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, lebih memilih membangun TPT (tembok penahan tanah) dari anggaran yang digulirkan Pemkab.
Elshinta.com - Antisipasi terjadinya longsor saat memasuki musim penghujan, kepala desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, lebih memilih membangun TPT (tembok penahan tanah) dari anggaran yang digulirkan Pemkab.
Alasan tersebut diambil, lebih kepada keselamatan warga desa jika tidak diantisipasi maka tebing yang berlokasi di Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka Jawa Barat, bisa longsor akibat hujan.
Rupanya, pemilihan pembangunan TPT dari anggaran yang digulirkan Pemkab Majalengka melalui program padat karya tunai (PKT), dibidik Yosa Novita, Kepala Desa berjuluk Kades Sultan yang lagi-lagi sangat selektif dalam menggulirkan program di desanya.
"Adapun bentuk realisasi dari program PKT di Desa Kawunghilir, yaitu berupa pembangunan tembok penahan tanah di tebing yang terletak di sebelah selatan kantor desa,' ungkap Yosa Novita, Kamis (2/10).
Dijelaskan Yosa, pembangunan TPT sangat diperlukan warganya dengan alasan keselamatan dari bencana tanah longsor terlebih sebentar lagi memasuki musim penghujan.
Sementara nanti dalam pelaksanaannya, Yosa menyebut akan melibatkan puluhan warga termasuk para tukang, yang diperkirakan mencapai 60 orang.
"Proyek ini bukan hanya memajukan infrastruktur, tetapi juga memberdayakan warga setempat dengan melibatkan 60 orang warga dalam prosesnya, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (03/11).
"Juga terima kasih pak Bupati atas perhatiannya dalam memberikan peluang kerja bagi warga kami sehingga mereka dapat lebih diberdayakan dan mendapat kesempatan untuk lebih meningkat perekonomian keluarga dengan mendapatkan upah dari program PKT tersebut," imbuhnya.
Yosa juga menambahkan, bahwa pengerjaan pembangunan TPT akan segera dilakukan di bulan November 2023 ini, atau saat anggaran program PKT telah turun
Sementara seperti diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menggulirkan Program Padat Karya Tunai (PKT) dengan mengusung konsep pembangunan Berbasis Kerakyatan.
Program tersebut diluncurkan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, di penghujung akhir masa jabatannya, Program tersebut salah satunya dalam upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat di 330 Desa dan 13 Kelurahan se kabupaten Majalengka.
Pemkab Majalengka telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp69 miliar untuk 330 Desa dan 13 Kelurahan se- Kabupaten Majalengka, dengan alokasi dana masing-masing sebesar Rp200 juta.