Komitmen kerjasama intervensi jantung dan pembuluh darah, ISIC gelar ISICAM 2023

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) atau Indonesian Society of Interventional Cardiology (ISIC) menggelar Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting 2023 (ISICAM) di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (16/11/2023). 

Update: 2023-11-17 13:45 GMT
Sumber foto: Sidik Purwoko/elshinta.com.

Elshinta.com - Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) atau Indonesian Society of Interventional Cardiology (ISIC) menggelar Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting 2023 (ISICAM) di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (16/11/2023). 

Gelaran ke-15 kalinya dari wadah ahli intervensi jantung Indonesia tersebut berlangsung hingga Sabtu (18/11/2023). 

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.500 orang, terdiri ahli jantung intervensi, ahli jantung umum, para fellow dan peserta pendidikan ahli jantung serta para dokter umum, perawat dan teknisi kardiovaskular, maka pertemuan tahunan tahun 2023 ini boleh dikatakan merupakan acara kardiologi intervensi terbesar di Indonesia. 

Ketua ISIC, Dr. A. Fauzi Yahya menjelaskan, pertemuan tahunan ini merupakan bukti komitmen untuk bekerja sama dalam mencapai keunggulan intervensi jantung dan pembuluh darah.  

“Kami menyusun program yang tidak hanya menyoroti kemajuan terkini di bidang ini, tetapi juga menyediakan platform untuk kolaborasi dan pertukaran pengetahuan diantara para profesional dari berbagai wilayah nusantara, regional dan international,” jelasnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Sidik Purwoko, Jumat (17/11). 

Konferensi ini menampilkan 14 demonstrasi tindakan intervensi jantung secara langsung dari berbagai pusat layanan jantung di Indonesia dan luar negeri. 

Sejumlah rumah sakit di Indonesia turut menampilkan kemajuan tindakan intervensi jantung yakni Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, RSUP Fatmawati Jakarta, RS Jantung Bina Waluya Jakarta. 

Konferensi ini menawarkan perspektif global mengenai kardiologi intervensi dengan menghadirkan 45 pembicara terkemuka dari luar negeri, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, Bangladesh, Vietnam, India, Korea Selatan, Jepang, Saudi Arabia, Jerman, Italia, Polandia dan Australia. Beberapa rumah sakit luar negeri juga turut menyajikan demonstrasi intervensi jantung secara langsung dari RS Fuwai -Beijing China, Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur-Malaysia, Seoul National University Bundang HospitalKorea Selatan, Christian Medical Collegue Vellore-India. 

Pertemuan ini menyajikan demonstrasi secara langsung tindakan kompleks baik meliputi tindakan mengatasi sumbatan total jantung maupun atasi tindakan kelainan struktur dan penyakit jantung bawaan, hingga gangguan katup jantung. 

Sesi ilmiah juga menampilkan prosedur inovatif dalam mengatasi lesi pengerasan sumbatan pembuluh jantung, perkembangan terkini pencitraan jantung, tes fungsional serta kemajuan obat-obatan. 

“Dari sesi demonstrasi langsung, simposium dan workshop dan sesi ilmiah interaktif, kami bertujuan untuk memberikan pengalaman yang komprehensif dan mendalam bagi semua peserta,” kata Abdul Hakim, sebagai Ketua Panitia Pelaksana ISICAM tahun ini. 

Ketua panitia sesi Ilmiah, Dr. Sodigur Rifgi menambahkan bahwa pihaknya ingin menciptakan sebuah platform, dimana para profesional dapat terlibat dengan penelitian, teknik, dan inovasi terkini. 

“Kami juga mengadakan kolaborasi dengan para ahli internasional untuk memperluas wawasan bersama,” tambah Sodigur. 

Pertemuan tahunan ini juga mencakup kompetisi ilmiah para fellow internasional. 

Sesi kolaborasi internasional tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara ISIC dan para pakar internasional, dan membina jaringan global yang didedikasikan untuk kemajuan tatalaksana penyakit jantung di Indonesia. 

Sodigur menyebut, kegiatan tahun ini tentu sejalan dengan program pemerintah tentang 6 pilar transformasi kesehatan yang sudah disosialisasikan oleh Kementrian Kesehatan. Sebab, transformasi kesehatan adalah tanggung jawab semua komponen bangsa dalam mewujudkan layanan Kesehatan yang adil dan bermutu ke seluruh pelosok negeri. 

“ISIC mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan peserta, atas kontribusi mereka yang sangat berharga dalam menyukseskan pertemuan tahunan 2023,” sebutnya. 

Sekadar diketahui, Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia adalah kelompok kerja Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia. 

Organisasi ini merupakan organisasi profesional yang berdedikasi untuk memajukan praktik kardiologi intervensi di Indonesia dan berkomitmen untuk membina pengembangan keilmuaan, kolaborasi, dan inovasi di bidang intervensi jantung. Saat ini Ketua PIKI dijabat oleh Dr. A. Fauzi Yahya.

Tags:    

Similar News