Viral curhat politik di medsos, Ketua DPC PDIP sebut tak perintahkan ASN kumpulkan dana
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyikapi adanya pemberitaan yang sedang santer terkait adanya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali yang viral di media sosial Tik Tok.
Elshinta.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyikapi adanya pemberitaan yang sedang santer terkait adanya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali yang viral di media sosial Tik Tok.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, Kamis (16/11/2023) di Kantor DPC PDI P mengatakan, pihaknya akan segera menyikapi berita ini yang tengah santer. "Kami di DPC Partai tidak nyaman. Jika saya lihat video viral di Tik Tok itu menunjukan seorang perempuan ASN di lingkungan Pemkab Boyolali," kata Susetya Kusuma Dwi Hartanta.
Susetya mengatakan, selama ini DPC PDI Perjuangan Boyolali tak pernah menyuruh siapapun untuk mengumpulkan dana kepada ASN, yang bertujuan untuk kepentingan penanganan dalam kegiatan politik.
"Kami tak pernah menyuruh jaringan ASN untuk kumpulkan dana untuk memenangkan kegiatan politik. Jadi itu tak benar. Kami juga sangsi, karena dalam video viral yang kita lihat itu dari logat dan gayanya," kata Susetya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Jumat (17/11).
Diduga video viral seorang perempuan ASN dalam TikTok berbicara curhatan politik di Boyolali dan sambil makan bakso itu setingan. "Kalau kita lihat video itu setingan. Arah pembicaraan bagaimana supaya PDI Perjuangan rapuh maupun jatuh. Kami segera menyikapi hal ini bersama jajaran teman-teman struktural partai," ujar Susetya.
Pihaknya juga membantah bahwa DPC Partai pernah memerintahkan. Terlebih berkoordinasi dengan ASN. "Bisa jadi itu bukan ASN Boyolali," ujarnya.
Susetya menambahkan, PDIP Boyolali saat ini akan fokus target pemenangan DPC Partai. Pihaknya juga akan menguatkan bahwa PDIP tidak melakukan hal seperti itu.
Sebelumnya beredar video viral seorang perempuan berseragam ASN Boyolali, sedang makan bakso di sebuah warung, sambil curhat tentang situasi politik di Boyolali untuk memenangkan PDIP dan pasangan Ganjar-Mahfud. Selain itu dalam curhatan itu mengatakan dimintai uang untuk bergotong royong. Jika menolak akan dipindahkan dari tempat kerja dan dikucilkan.