Belasan kades 3 kabupaten di Jateng diduga 'sunat' dana bantuan pembangunan 

Warga masyarakat dan beberapa lembaga swadaya masyarakat di tiga kabupaten, yakni Wonogiri, Klaten, dan Karanganyar di Jawa Tengah melaporkan adanya dugaan pemotongan dana aspirasi desa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke Diretorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada 12 April 2023 silam.

Update: 2023-11-25 07:56 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Warga masyarakat dan beberapa lembaga swadaya masyarakat di tiga kabupaten, yakni Wonogiri, Klaten, dan Karanganyar di Jawa Tengah melaporkan adanya dugaan pemotongan dana aspirasi desa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke Diretorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada 12 April 2023 silam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, kepada awak media di Semarang, Jumat (24/11) menjelaskan, “Selain dugaan pemotongan dana bantuan itu, pengerjaan proyek sarana dan prasarana fisik di beberapa desa itu juga tidak sesuai dengan spesifikasi.”

Polisi telah melakukan penyelidikan terkait dugaan pemotongan dan penyelewengan bantuan dana tahun 2020 – 2022 tersebut. “Kami telah meminta keterangan terhadap 13 orang baik itu dari instansi maupun pihak swasta untuk mengetahui keadaan sesungguhnya,” katanya.

Polisi juga telah mendatangi lokasi yang dilaporkan terjadi dugaan penyunatan dan penyelewengan dana bantuan di Kabupaten Klaten dan Wonogiri. Saat ini proses penyelidikan terus dilakukan.

Besaran dana aspirasi bantuan proyek dari pemerintah provinsi ke setiap desa berkisar antara Rp 100 juta – Rp 200 juta untuk setiap desa.

Untuk memastikan apakah laporan warga dan LSM itu benar atau tidak, maka polisi dengan melakukan klarifikasi terhadap orang-orang yang terkait, termasuk juga meneliti dokumen laporan pertanggungjawaban proyek fisik di desa-desa di tiga kabupaten tersebut, serta daftar penerimaan bantuan keuangan dari Pemprov Jateng.

“Status kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami berusaha membantu dan mendukung program pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa itu sendiri agar pembangunan bisa berjalan sesuai tracknya dan dinikmati masyarakat setempat,” tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (25/11). 

Tags:    

Similar News