Pemanfaatan energi terbaru dan terbarukan dukung Bali Net Zero Emission 2045 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mendeklarasikan Bali menuju Net Zero Emission 2045 (Bali NZE 2045) pada Agustus 2023 lalu. Pelaksanaan strategi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mewujudkan Bali NZE 2045. 

Update: 2023-11-27 20:11 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mendeklarasikan Bali menuju Net Zero Emission 2045 (Bali NZE 2045) pada Agustus 2023 lalu. Pelaksanaan strategi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mewujudkan Bali NZE 2045. 

Mendukung inisiatif tersebut,  Institute for Essential Services Reform (IESR) berkolaborasi dengan berbagai komunitas  menggelar Sustainable Energy Bali (SE-Bali) 2023 pada Sabtu dan Minggu, 25-26 November 2023. 

Selain mempromosikan penggunaan energi terbaru dan terbarukan, acara ini juga bertujuan untuk mendorong kebersamaan untuk pencapaian target Bali NZE 2045.

Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, memandang pencapaian target Bali NZE 2045 akan berpengaruh dalam peningkatan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Bali.

“Bali akan mampu mencapai target NZE yang lebih cepat 15 tahun dari target nasional,” kata  Fabby Tumiwa, Sabtu (25/11). 

“Ada tiga alasan Bali yang menjadikan Bali strategis untuk mencapai target ini,” sambungnya. 

Pertama, budaya Bali yang sangat erat dalam menjaga keselarasan hidup dengan alam. Kedua, pemerintahnya mempunyai semangat untuk menjadikan Bali lestari dengan energi berkelanjutan.

Ketiga, pemanfaatan energi terbarukan akan menjadikan Bali lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan seiring dengan meningkatnya kesadaran dunia untuk mengatasi krisis iklim.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Bali, Ida Bagus Setiawan, mengungkapkan pencapaian Bali NZE 2045 merupakan pekerjaan bersama.

“Bali NZE 2045 bukan hanya tentang program Pemprov Bali semata, tetapi juga mengenai bagaimana kita semua dapat terlibat dalam menjaga alam Bali,” kata Ida Bagus Setiawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (27/11). 

Ia menambahkan, selain mengakselerasi penggunaan energi terbarukan, Pemprov Bali juga mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait pemahaman individu tentang pentingnya pengurangan emisi hingga meningkatkan kemampuan siswa SMK agar nantinya dapat terserap di lapangan pekerjaan hijau.

Sementara itu, Ida Ayu Dwi Giriantari selaku Ketua Center of Excellence Community of Based Renewable Energy (CORE) Universitas Udayana menjelaskan bahwa Pulau Nusa Penida menjadi daerah yang lebih awal untuk mencapai net zero dalam program Bali NZE 2045, dengan target 100 persen energi terbarukan pada 2030.

Salah satu langkah nyata mendukung visi ini adalah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid di Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 Megawatt peak (MWp). 

PLTS ini terletak di lahan seluas 4,5 hektar, bukan hanya sebagai sumber energi yang bersih dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi ekowisata yang menarik di Bali.

“Pencapaian target 100 persen energi terbarukan di Nusa Penida merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem,” kata Ida Ayu Dwi Giriantari.

“Kami sangat percaya bahwa potensi energi terbarukan, seperti surya, angin, dan hidro, dapat dimaksimalkan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan,” pungkas Ida Ayu Dwi Giriantari.

Tags:    

Similar News