Gibran dinilai majukan Kota Solo
Sosok Gibran Rakabuming Raka dimata pengusaha Solo John Vincent Young bukan sekedar putra seorang presiden , namun jiwa kepemimpinan sudah melekat berbagai pembangunan , kemajuan sektor ekonomi dan pariwisata serta peningkatan
Elshinta.com - Sosok Gibran Rakabuming Raka dimata pengusaha Solo John Vincent Young bukan sekedar putra seorang presiden , namun jiwa kepemimpinan sudah melekat berbagai pembangunan , kemajuan sektor ekonomi dan pariwisata serta peningkatan kesejahteraan amat dirasakan masyarakat kota Surakarta, Gibran Rakabuming seolah menjadi magnet tersendiri bagi kota Surakarta.
Menurut Young , Gibran telah membuktikan kapasitasnya sebagai anak muda yang berdikari dengan kemampuanya. "Kita tidak bisa memisahkanya dengan status ayahnya Presiden, itu fakta tak yang tak bisa dielakan. Namun dalam keseharianya tidak pernah sama sekali ia berbicara tentang ayahnya, ia fokus pada tugasnya membangun solo." pujinya.
"Gibran membuktikan bahwa Solo menjadi kota dengan Indeks Toleransi Nomor 4 di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan semua penganut agama diberikan porsi perayaan hari raya yang adil, ornamen di Balaikota menyesuaikan, lebaran, natal, imlek, hindu, budha, semua dibuat setara dan lingkungan masyarakat menjadi ikut gerakan kepemimpinan hebat ini, saling toleran." Salut Young.
Lebih dari itu, kesan Young terhadap Gibran hadir secara alami dan natural. "Saya bukan orang yang fanatis terhadap pilihan2, bagi saya siapun orang yang mencalonkan menjadi apapun silahkan saja, toh saya memulai usaha dari bawah, dari tukang cuci mobil, bagi saya dulu siapapun yang jadi enggak ngaruh, tetap harus usaha sendiri. Namun Gibran ini beda, dia membuktikan bukan anak ingusan yang manja, dia membuat saya menjadi simpati dengan bukti pembangunan pesat di Solo!," serunya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Jumat (29/12).
Young membeberkan, dari 17 program prioritas Gibran, adalah pembangunan kawasan kumuh semanggi - mojo menjadi kawasan layak huni. "Mojo ini dulunya kumuh sekali, disulap Gibran dan diresmikan menjadi perumahan rakyat yang sederhana, bersih dan indah. Saya beberapa kali ke sana karena senang lihatnya, rumah-rumah berdiri sama rata, tertata, warna warni, masyarakat diberi rumah gratis dan bersertifikat, kan kaya mimpi ya? Ini bukti etos masyarakat bisa berubah dengan kepemimpinan yang serius." yakinnya.
Sebagai pengusaha dari kalangan rakyat biasa Young akhirnya harus mengakui, pertumbuhan ekonomi melesat ditangan Gibran. "sebelum dipimpin Gibran, ketika Covid, Ekonomi Solo hanya 1.76% thn lalu naik jadi 6.25% ini lebih tinggi dari Jateng. Padahal rata2 dulu Solo hanya 5.35% pertumbuhanya, makanya kita yang usaha ini terasa bisnis lebih ramai pangsa pasarnya dan iklim usaha jadu lebih bergairah." Ungkapnya.
Pria berdarah Manado ini menyebutkan iklim investasi di Solo meningkat tidak lepas dari pembangunan Pariwisatanya. "Solo bukan lagi menjadi kota transit, tapi kota singgah. Banyak orang sengaja ke Solo untuk wisata, Keraton Mangkunegaran yang di percantik, coba lihat Koridor Gatsu-Singosaren sudah mirip bahkan lebih dari malioboro, Solo Safari Zoo yang keren, Wisata Religi di Masjid Zayed yang megah, transportasi Trans Jateng juga terintegrasi disini, KRL Yogya - Solo cuma 8rb, orang jadi ramai kesini, ceruk pasar semakin luas, Investor juga semakin semangat." Bebernya.
Terakhir Young berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjadi warga negara yang menjaga kebhinekaan utamanya menyambut Pilpres. "Jangan sampai perbedaan pilihan merusak persatuan kita. Demokrasi yang jadi percontohan Dunia telah dibangun di masa Presiden Jokowi, jangan kita rusak. Mari kita pilih seseorang karena karya dan kapasitasnya, bukan karena ikut2an atau diarahkan. Saya yakin rakyat Indonesia kini adalah pemilih terbaik yang cerdas." tutupnya.