Capres Ganjar Pranowo 'blusukan' ke pasar tradisional Kebon Agung Boyolali 

Calon presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo, mendatangi pasar tradisional Kebon Agung, Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, JawaTengah untuk menemui para pedagang, Sabtu (30/12). Kedatangan Ganjar dan rombongan disambut antusias para pedagang dan masa simpatisan.

Update: 2023-12-30 21:22 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Calon presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo, mendatangi pasar tradisional Kebon Agung, Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, JawaTengah untuk menemui para pedagang, Sabtu (30/12). Kedatangan Ganjar dan rombongan disambut antusias para pedagang dan masa simpatisan.

Ganjar menyapa para pedagang dan pembeli serta berdialog langsung mendengarkan keluhan dan permasalahan apa yang dihadapi   para pedagang dan pengunjung pasar. Saat bertemu Ganjar, warga meneriaki Ganjar, "Harga beras mahal". 

Usai menemui warga,Ganjar mengatakan, harga beras tersebut tidak naik, namun sedang stabil di atas. Harga yang semula Rp10.000 perkilo kini menjadi Rp14.000 perkilo gramnya. Kenaikan tersebut sudah sejak lama. 

"Rasanya kita belum bisa mengendalikan harga sayuran seperti halnya cabe, bawang serta beras. Siklus ini melihat panen dan tidak panen, maka  harus kita benar benar perhatikan, maka kondisinya jadi seperti ini," kata Ganjar di  Boyolali seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Ganjar mengatakan, sampai saat ini banyak masyarakat dan para petani yang menanyakan terkait pupuk langka. Menurutnya, pupuk langka tidak hanya di Boyolali namun di seluruh Indonesia. Pihaknya pernah keliling ke seluruh Indonesia benar adanya banyak yang menanyakan pupuk langka. 

"Dalam debat kemarin saya ditanya pupuk, makanya saya jawab pupuk langka di seluruh Indonesia. Kalau pemerintah tidak serius menangani ini maka pupuk akan terus langka. Kemarin saya lihat data pada komisi 4 dan komisi 6 alokasi ke Jawa Tengah di turunkan. Kalau manajemennya tidak diperbaruhi tahun depan langka lagi," kata Ganjar Pranowo. 

Disinggung terkait bantuan sosial (bansos), Ganjar mengungkapkan, bahwa bansos tersebut saat ini sudah masuk pada muatan politik. Awalnya ada statement yang mengatakan jangan pilih Ganjar nanti bansos dihentikan. Menurutnya, statement seperti itu dirasa tidak mengerti aturan.

"Bansos tersebut disetujui oleh DPR, pemerintah. Sebenarnya bansos itu hak mereka (rakyat,red)  tinggal penyalurannya saja bagaimana," kata Ganjar Pranowo.

Tags:    

Similar News