Wanita Kajoran lereng Sumbing ditemukan meninggal dunia di kolam

Seorang wanita bernama Andriyani (50) asal Kecamatan Kajoran lereng gunung Sumbing Kabupaten Magelang, Jateng,  ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun di dalam kolam. Korban yang ditemukan Jumat (5/1/2024) pagi diduga menjadi korban pembunuhan.

Update: 2024-01-05 18:45 GMT
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang wanita bernama Andriyani (50) asal Kecamatan Kajoran lereng gunung Sumbing Kabupaten Magelang, Jateng,  ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun di dalam kolam. Korban yang ditemukan Jumat (5/1/2024) pagi diduga menjadi korban pembunuhan.

Kapolresta Magelang Jateng, Kombes Pol Mustofa mengatakan, sebelumnya pihak keluarga melaporkan kehilangan korban sejak sejak 15 Desember 2023 lalu. Atas dasar laporan itu, petugas reskrim kemudian melakukan penyelidikan. Akhirnya ditemukan petunjuk setelah dilakukan olah TKP di rumah korban. "Untuk penyebab kematian, kami belum bisa menyampaikan karena maish menunggu hasil autopsi lebih dahulu," ujarnya, Jumat (5/1/2024).

Kapolres menyebutkan, saat dilakukan evakuasi di TKP, korban ditemukan di dalam air, tertimbun tanah, dengan posisi tengkurap, dan ada jeratan di lehernya. Pihaknya sudah mengamankan beberapa orang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Rizki Maharani (24) keponakan korban Andriyani, mengatakan, sepanjang yang dia kenal, bibinya  tidak pernah menginap saat bepergian. Korban selama ini hanya tinggal berdua dengan anak bungsunya.

Kemudian pada hari Senin (18/12/2023) lalu, ia mendapat informasi dari keluarga bahwa Andriyani  tidak pulang ke rumah sejak Jumat malam (15/12/2023).  Sorenya, keluarga berupaya untuk mencari Andriyani ke rumah suami barunya, Surahmad di Krasak, Salaman. "Saat ditanya, sang suami berdalih sedang pergi saat Andriyani bertandang ke rumahnya," kata Rizky.

Dia menyebut, keluarga memang murni ingin memastikan keberadaan Andriyani, bukan menuduh suami barunya.  Sejak saat itu, Andriyani tidak pernah terlihat pulang. Keluarga pun segera membuat laporan kehilangan di Polsek Kajoran.

Selang tiga minggu usai dilaporkan hilang, keluarga kaget saat Andriyani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan cara mengenaskan. "Kami tentu merasa terpukul dan syok atas kejadian ini," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (5/1). 

sementara itu, Kapolsek Kajoran AKP Kamidi menjelaskan, laporan yang didapatkan saat itu adalah orang hilang. Berdasar itu, ia bersamajajarannya  untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi tak luput dari pemeriksaan,  termasuk terduga pelaku.

Dia menyebut, penemuan jenazah Andriyani itu usai mendapat informasi dari terduga pelaku. Sebab, dia mengakui bahwa korban sudah dalam posisi tenggelam di kolam. Lokasi kolam itu berada sekitar 500 meter dari akses menuju rumah terduga pelaku. Kolam itu biasa digunakan untuk merendam usuk atau kayu.

Kemungkinan, lanjut dia, terduga pelaku sudah mengeksekusi sesaat setelah korban diantar anak bungsu ke rumah suaminya pada Jumat malam (15/12/2023). 

Pihaknya menguras kolam kemudian terlihat ada jasad korban. Untuk proses menguras hingga mengangkat korban butuh waktu tidakkurang dari satu jam. 

Tags:    

Similar News