7 Januari 2023: Banjir bandang terjang perumahan di Semarang, curah hujan tinggi hingga tanggul jebol

Elshinta.com, Perumahan Dinar Indah, Tembalang, Semarang dilanda bencana banjir bandang pada 7 Januari 2023 sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat debit air beberapa sungai meningkat. Akibatnya, tanggul yang berada di dekat Perumahan Dinar Indah ini pun jebol, menyebabkan banjir bandang yang merusak banyak rumah dan fasilitas umum.

Update: 2024-01-07 06:02 GMT
Banjir bandang di Perumahan Dinar Indah, Tembalang, Semarang (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

Elshinta.com - Perumahan Dinar Indah, Tembalang, Semarang dilanda bencana banjir bandang pada 7 Januari 2023 sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat debit air beberapa sungai meningkat. Akibatnya, tanggul yang berada di dekat Perumahan Dinar Indah ini pun jebol, menyebabkan banjir bandang yang merusak banyak rumah dan fasilitas umum.

Dilansir dari berbagai sumber, curah hujan yang tinggi sudah terjadi sejak siang. Tanggul Sungai Pengkol di sekitar perumahan itu akhirnya jebol sepanjang 20 meter. Tinggi enangan air sempat mencapai dada orang dewasa. Sebagian warga menyelamatkan diri ke atap rumah dan dievakuasi oleh tim gabungan.

Tanggul jebol jadi penyebab banjir

Banjir bandang di Perumahan Dinar Indah, Tembalang, Semarang, disebabkan karena tanggul jebol. Panjang tanggul yang jebol mencapai 20 meter. Perumahan tersebut berada di pengkol atau belokan Sungai Babon. Saat air deras datang dari Kabupaten Semarang, perumahan tersebut kerap banjir.

Ratusan warga terdampak banjir, 2 orang tewas

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan banjir berdampak pada warga satu RT, yaitu RT 06 RW 26 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Dia menyebut ada 147 orang yang terdampak banjir bandang tersebut.

Ada dua warga yang tewas dalam insiden banjir tersebut. Salah satunya bernama Agus Purbantoro (50), warga RT 6 RW 26, Perumahan Dinar Indah. Ia merupakan orang berkebutuhan khusus dan sedang tinggal sendiri di dalam rumah.

Salah satu warga bernama Yoyok mengatakan sebenarnya warga mengetahui jika korban yang berkebutuhan khusus itu hanya sendiri di rumah. Namun, banjir yang datang secara cepat membuat warga tidak sempat menyelamatkannya.

Satu korban tewas lainnya bernama Zenuri (38), warga Rowosari RT 2 RW 3. Berdasarkan keterangan dari PMI, korban mengalami henti napas dan sempat diberi pertolongan pertama dengan resusitasi jantung paru (RJP) dan kembali sadar.

Tags:    

Similar News