Atasi masalah bencana, semua Kecamatan di Kudus akan jadi 'Kencana'

Sektor kebencanaan menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pj Bupati Kudus Bergas C Penanggungan menuturkan, saat mandat dari Kemendagri turun, hal pertama yang terlintas dalam benaknya ialah ingin membereskan permasalahan banjir.

Update: 2024-01-08 20:56 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Sektor kebencanaan menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pj Bupati Kudus Bergas C Penanggungan menuturkan, saat mandat dari Kemendagri turun, hal pertama yang terlintas dalam benaknya ialah ingin membereskan permasalahan banjir. Memang, untuk mengatasi bencana banjir di Kabupaten Kudus perlu proses yang panjang. Namun, upaya yang menjadi fokus saat ini ialah menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Jembatan Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. 

“Kami berupaya mengatasi bencana banjir yang ada di Kudus. Salah satunya yang hampir setiap tahun terkena dampak banjir, yaitu tepatnya di kawasan Jembatan Tanggulangin, Desa Jati Wetan,” paparnya.

Upaya mitigasi banjir non struktural telah dilakukan. Tak kalah, mitigasi secara struktural juga dengan Kencing Drain hasil kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bergas menyatakan, dukungan penuh BBWS Pemali Juana menjadi angin segar masyarakat sekitar terbebas dari banjir. Rencananya, Kencing Drain akan mulai dibangun awal tahun ini.

“Awalnya Kencing Drain akan dibiayai melalui APBD. Tapi, saat kami berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juwana, mereka siap bekerja sama membangun Kencing Drain. Pembangunan ini juga akan menjadi contoh penanganan banjir di wilayah lain,” jelas Bergas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (8/1).

Tak hanya Kencing Drain, pihaknya juga membentuk Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Hal ini dilakukan agar masyarakat makin sigap menangani bencana di wilayah masing-masing. Nantinya, Kementerian Dalam Negeri melakukan supervisi ke 9 kecamatan di Kabupaten Kudus. Pj. Bupati mengatakan, telah menyiapkan anggaran untuk pencanangan tersebut. 

“Pencanangan Kencana penting agar masyarakat bisa sigap dan terbentuk relawan kebencanaan, relawan kebakaran dan lain sebagainya. Jadi ketika terjadi bencana di Kecamatan misal ada kebakaran,  maka damkar Kecamatan yang terdepan ada dilokasi baru koordinasi dengan damkar perusahaan terdekat. Kedepan tidak semua harus dari Kabupaten yang turun,” imbuhnya.

Ditambahkan, didesa-desa di Kudus saat ini sudah banyak yang membuat Desa Tangguh Bencana (Destana) sehingga dengan adanya Kencana akan semakin memudahkan dalam mengatasi permasalahan kebencanaan.

Selain kebencanaan, Pemkab Kudus mencanangkan program integrasi pengolahan sampah. Pihaknya menjelaskan, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus sekitar 500 ton per hari. Padahal, menurutnya, sampah punya nilai ekonomi. Dari sanalah, Bergas mencanangkan program pengolahan sampah yang efektif dan terintegrasi sehingga pada akhirnya sampah yang masuk ke TPA 0 persen.

Bergas menerangkan akan memanfaatkan sarpras yang ada. Terlebih, sudah ada beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu yang memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menggunakan sistem 3R (reduce, reuse dan recycle). Guna membangun sistem terintegrasi, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR. Gayung bersambut, Kabupaten Kudus akan menjadi titik kerja sama SwedFund. Pihak konsultan PUPR pun memberikan dukungan studi kelayakan terkait pengolahan limbah. Apabila berjalan mulus, dokumen SwedFund menjadi pondasi agar sistem pengolahan sampah berjalan dengan baik. 

Selain itu, terdapat satu desa di Kabupaten Kudus yang dapat mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Bergas mengutarakan, jika potensi itu dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ada salah satu desa yang bisa mengolah sampah plastik jadi BBM. Kalau dikembangkan jadi BUMDes, pasti bisa menambah penghasilan warga setempat,” paparnya. 

Tags:    

Similar News