Siap berkantor di IKN, Kabasarnas RI akan rekrut pawang buaya
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus berlanjut. Bangunan inti yaitu istana presiden kini sudah 58% selesai dan akan diresmikan pada Agustus 2024 mendatang. Tak ayal, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga tak mau ketinggalan untuk segera menjadi bagian dari IKN.
Elshinta.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus berlanjut. Bangunan inti yaitu istana presiden kini sudah 58% selesai dan akan diresmikan pada Agustus 2024 mendatang. Tak ayal, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga tak mau ketinggalan untuk segera menjadi bagian dari IKN.
"Khususnya di Kansar Balikpapan ini adalah penyanggah dari IKN dan kesiapan Basarnas sendiri kalau kemarin saya tinjau di lokasi tentunya ada hal-hal kedepan akan kita tambahkan alat yang dibarengi dengan peningkatan SDM dan jumlah personil yang ada," papar Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI, Kusworo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Kamis (18/1).
Ia menyebutkan bahwa dari pemaparan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Balikpapan, Melkianus Kotta alutsista dan personil saat ini sangat kurang.
"Sangat terbatas, hanya ada 73 personil dan harus mengcover wilayah Kalimantan Timur keseluruhan sehingga tentunya ini masih kurang dan ini akan jadi evaluasi," ungkap jenderal bintang tiga itu.
Kedepannya ia mengungkapkan akan membentuk unit atau pos rintisan. Ia juga akan mengadakan pembangunan dan pengadaan alutsista secara bertahap. "Saya melihat dari struktur laut dan pariwisata di Kaltim ini memiliki potensi membahayakan bagi manusia, dan ini tugas pokok Basarnas sesuai undang-undang untuk bisa mengantisipasi dan melaksanakan operasi SAR ini," ucapnya ditemui dalam kunjungannya di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas 1A Balikpapan, Selasa (16/01).
Ia juga menyinggung permasalah yang paling sering terjadi di Kalimantan khususnya Kalimantan Timur yang mana masih banyak buaya bermunculan di area-area dekat pemukiman warga.
"Untuk itu (buaya) mungkin nanti kita akan meminta tolong pawang atau mereka yang memiliki kemampuan dalam hal memprediksi pergerakan buaya ini kita menjadikan pembekalan jangan sampai ketidaktahuan ini menjadi ancaman ini muncul pada saat menjalankan operasi," jelasnya yang ia sebutkan sebagai tambahan pembahasan dalam kunjungannya.
Ia juga merencanakan akan segera berkantor di IKN. "Kita siap, bertahap yang jadi skala prioritas kita akan membangun," tuturnya kepada awak media.
Ia menyebutkan untuk Kantor SAR tipe A butuh personil 150 hingga 200 orang, sehingga menjelang dibangun kantor di IKN akan ada perekrutan lagi.
"Namun, untuk penempatan disini (IKN) akan direkrut yang sudah siap operasi, kami punya grup dipusat nanti akan kita ambil dari daerah yaitu mereka yang punya kemampuan untuk penebalan didaerah rawan, secara bertahap," tambahnya lagi.
Basarnas sendiri rencananya akan dibangun di daerah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang berdekatan dengan area pembangunan istana negara di Sumbu Kebangsaan. "Walau disana belum siap kita akan tetap pindah dengan berkantor sementara di sini (Balikpapan), karna kalau ada emergency kita harus siap setiap saat," tegasnya.
Untuk di ketahui Basarnas telah mendapat alokasi tanah untuk pembangunan sebesar 1 hektar dan akan mulai dibangun pada tahun tahun berjalan.