Ikuti simulasi, lansia di Majalengka kesulitan melipat surat suara paska mencoblos
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majalengka Jabar, menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara berbasis pemilih rill Pemilu Serentak Tahun 2024 bertempat di Desa Leuwiseeng Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, Rabu (31/01).
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majalengka Jabar, menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara berbasis pemilih rill Pemilu Serentak Tahun 2024 bertempat di Desa Leuwiseeng Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, Rabu (31/01).
Sesuai daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 03 Desa Leuwiseeng sebanyak 255 warga yang memiliki hak pilih secara antusias mengikuti simulasi pencoblosan tersebut.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Majalengka Teguh Fajar Putra Utama mengatakan bahwa simulasi ini bertujuan untuk mempraktekkan tata cara pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Selain itu simulasi ini digelar guna memastikan kesiapan petugas pemungutan dan perhitungan suara beserta tahapannya menjelang 14 hari pesta demokrasi rakyat digelar.
"Hal ini agar kita bisa memastikan kesiapan perangkat kita dijajaran badan adhock dalam pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara," ujar Teguh seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (31/1).
Disamping itu lanjut Teguh, dalam kegiatan simulasi ini juga sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat secara langsung karena pemilih yang terlibat adalah pemilih yang sesungguhnya (rill) di TPS 03 Desa Leuwiseeng disamping mengedukasi tentang bagaimana tata cara nantinya pada saat Pemilu digelar.
Dan hasil simulasi ini nantinya akan menjadi bahan kajian analisa dan evaluasi khususnya pada durasi waktu yang dibutuhkan dalam proses pencoblosan di bilik suara. Adapun perhitungan dalam simulasi ini mencangkup semua jenis surat suara dari mulai Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Sementara itu dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, menyambut baik dan mengapresiasi langkah persiapan yang dilakukan oleh jajaran KPUD Majalengka.
Menurutnya, simulasi tersebut merupakan langkah yang inovatif bagaimana KPU sebagai penyelenggara Pemilu, ketika dilaksanakan simulasi maka akan memberikan gambaran tentang sukses atau tidaknya pemilu itu sendiri dilaksanakan.
"Dengan Simulasi ini kita dapat mengukur mengenai hal-hal apa yang harus dipersiapkan, persoalan apa yang harus dihadapi, dengan demikian simulasi tersebut dapat mengukur langkah apa yang harus dilaksanakan," ucap Sekda.
Eman berharap kepada Ketua KPUD Majalengka beserta jajaran, hasil dari Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara ini tidak hanya dapat diketahui oleh warga disini saja akan tetapi harus dapat tersosialisasikan kepada seluruh wilayah di Kabupaten Majalengka.
Sementara saat simulasi pencoblosan berlangsung sejumlah lansia didapati kesulitan melakukan pencoblosan diantaranya tidak membuka surat suara kesulitan lainnya yaitu saat menutup surat suara yang dianggap terlalu lebar.
"Waktu nilepnya agak susah sedikit, karena kertasnya kelebaran. Iya semua kertasnya lebar jadi sulit nilepnya," ungkap salah satu lansia Edoh Jubaedah.
Menanggapi ditemukannya lansia yang kesulitan saat melakukan pencoblosan. Komisioner KPU Jabar Abdullah Safi'i menyebut temuan tersebut dianggap bagus untuk masukan bagi KPU Majalengka.
"Terkait dengan temuan, emang itu juga pernah terjadi di 2014, orang mencoblos tanpa dibuka tapi langsung mencoblos, kalau mencoblosnya itu semuanya itu jadi tidak sah kan, makanya kita sampaikan. Kalau terjadi begitu kalau dia memang tanpa sengaja itu bisa diganti, kalau dia tidak mengerti," ungkap Abdullah Safi'i.
"Temuan tadi bagus buat kita, karena simulasi ini kan ingin mereview bagaimana pemahaman masyarakat tentang hari H nanti saat mencoblos, maupun menghitung nantinya," tambahnya.
Temuan-temuan itu kata Abdullah bagus buat KPU Majalengka yang akan mencatatnya menjadi bagian yang harus diulang kembali sosialisasinya.