Ratusan siswa SD dan MI di Kudus antusias ikuti 'Festival SenengMinton 2024'

Berangkat dari kecintaan terhadap bulu tangkis, Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus bekerja sama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menggelar sebuah kegiatan pengenalan olahraga tepok bulu kepada siswa sekolah dasar (SD) sederajat dengan titel 'Festival SenengMinton 2024'. Bertempat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Update: 2024-02-26 18:11 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com

Elshinta.com - Berangkat dari kecintaan terhadap bulu tangkis, Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus bekerja sama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menggelar sebuah kegiatan pengenalan olahraga tepok bulu kepada siswa sekolah dasar (SD) sederajat dengan titel 'Festival SenengMinton 2024'. Bertempat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Sebanyak 360 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 20 SD di Kabupaten Kudus berkumpul untuk mengikuti perlombaan. Mereka sangat antusias sebab para pemenang di tiap-tiap lomba akan membawa pulang piala, piagam, dan hadiah dari sponsor.

"Tantangan untuk mengenalkan bulu tangkis di kalangan siswa SD ini tinggi sekali. Sebab, mereka belum terlalu serius menekuni olahraga. Oleh karenanya, kami mengemas pengenalan bulu tangkis dengan memberikan pelatihan sesederhana mungkin dan tidak membosankan melalui Festival SenengMinton 2024 ini. Dengan harapan, meski hanya berlangsung sehari, tetapi kesenangannya bisa bertahan lama pada para siswa," papar Ketua Umum Pengkab PBSI Kudus Yuni Kartika seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (26/2).

Inisiasi mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulu tangkis ini sejatinya dimulai sejak Juni tahun lalu. Kala itu, Pengkab PBSI Kudus menggelar sesi coaching clinic kepada para guru SD dengan tujuan agar sekolah-sekolah tersebut membuka ekstrakurikuler bulu tangkis bagi para siswa. 

“Ternyata antuasiasnya tinggi sekali. Sehingga kami menggelar SenengMinton 2024 sebagai festival dan perlombaan bagi siswa sekolah dasar agar semakin jatuh cinta dengan olahraga ini. Karena bagaimanapun, Kudus adalah salah satu kota yang melahirkan banyak pahlawan bulu tangkis seperti Liem Swie King, Eddy Hartono, Hastomo dan Hariyanto Arbi, dan kami berharap, kegiatan seperti ini, siswa SD tidak hanya mengenal bulu tangkis tapi juga kelak akan lahir juara bulu tangkis baru dari kota ini,” ungkap Yuni.

Dalam Festival SenengMinton 2024, para peserta akan mengikuti enam jenis lomba yakni Service to Target, Throwing the Shuttlecock, Juggling Shuttlecock, Drive Target, Netting Target Between Ropes dan Shuttle Run Zig Zag. Pada setiap uji ketangkasan itu, setiap SD diwakili oleh satu regu berisikan tiga personil yang harus terdiri dari laki-laki dan perempuan.

“Kenapa beregu karena kami juga ingin para peserta bisa menumbuhkan kekompakan,” imbuhnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan, menyambut baik diselenggarakannya Festival SenengMinton 2024. Strategi Pengkab PBSI Kudus dalam mengenalkan dan memassalkan bulu tangkis di Kota Kudus ini diharapkan juga menjadi pemicu lahirnya talenta-talenta baru di arena bulu tangkis pada masa mendatang.

“Festival SenengMinton merupakan strategi memasyarakatkan bulu tangkis ke usia dini secara terstruktur dengan melibatkan para guru sekolah, sistematis melalui berbagai games yang mendorong kecintaan terhadap bulu tangkis dan masif dengan melibatkan banyak peserta. Hal ini menjadi penting untuk menjaga mata rantai bulu tangkis yang bertujuan melahirkan talenta-talenta yang bisa menjadi pahlawan bulu tangkis bagi Ibu Pertiwi di masa depan,” tutur Budi.

Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong mengungkapkan, “Salah satu kunci dari perkembangan olahraga tentunya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, kami sangat memahami hal tersebut. Dukungan ini sejalan dengan komitmen kami memberikan kontribusi positif bagi masyarakat terutama dalam mendukung acara dan inisiatif olahraga. Sebagai bagian dari misi Aice untuk mendorong gaya hidup sehat dan aktif di kalangan generasi muda, kami berharap bahwa dukungan kami bisa mendorong hadirnya talenta-talenta muda bulu tangkis yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Farida Hikmawati, guru asal MI NU Nurus Shofa Karangbener  menyatakan Festival SenengMinton adalah kegiatan olahraga yang tak sekadar hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga interaksi dengan keluarga dan teman dari sekolah-sekolah lainnya. Kegiatan ini sangat positif karena dapat menjauhkan siswa dari kecanduan gawai. "Siswa kami ketika dengar akan ada Festival SenengMinton, justru semangat latihannya. Tapi kalau tidak ada event, setengah malas-malasan. Biasanya, kan, kalau kejuaraaan yang diikuti, siswa jadi rutin latihannya. Terlebih kalau ada siswa dari sekolah kami yang juara, siswa lain ikut termotivasi untuk mengikuti kejuaraan," jelasnya.

"Saya berharap ini Festival SenengMinton ini dapat berkelanjutan agar siswa ini termotivasi dan semangat dalam mengikuti kegiatan olahraga. Tidak hanya melulu melihat gadget. Jadi, lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti ini yang berdampak positif bagi siswa," tambah guru olahraga tersebut.

Salah satu peserta, Ignatia Sophie Puella Marcia Nurhadiprayitno. Siswi SD Kanisius Kudus ini tampak antusias ketika namanya dipanggil oleh pelatih PB Djarum Nimas Rani untuk masuk ke dalam Lapangan 7 di GOR Djarum, untuk menjalani games Service to Target. Dipandu Rani dari titik servis, Sophie beberapa kali mencoba memasukkan kok ke target poin yang berbeda yang berada di seberang lapangan. Selepas kegiatan tersebut, Sophie langsung menghampiri ibunya yang berdiri di sudut lapangan. Dengan senyum lebar, siswi kelas dua SD ini berujar ke sang ibu.

"Dapat piala atau nggak, itu nggak penting, yang penting fun, seru, dan dapat es krim.” katanya.

Rasa senang juga disampaikan Kenzie Rasyid Prayogo, seusai mengikuti kegiatan Throwing the Shuttlecock. Siswa SD Muh. Birrul Walidain ini merasa nyaman mengikuti kegiatan dasar olahraga pukul bulu ini, lantaran ditemani oleh kedua orangtuanya, adiknya, serta teman-temannya dari satu sekolah.

"Seneng, soalnya bisa main sama banyak teman di sini. Diajari banyak juga, tadi, sama pelatih-pelatihnya," ucap Kenzie.

Tags:    

Similar News