Kakorlantas Polri survei jalur Jakarta - Jateng - Jatim, persiapan mudik lebaran
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan melakukan survei jalur Tol Jakarta – Semarang Jawa Tengah - Jalur Tol Surabaya Jawa Timur, dalam rangka kesiapan pelaksanaan Ops Ketupat 2024.
Elshinta.com - Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan melakukan survei jalur Tol Jakarta – Semarang Jawa Tengah - Jalur Tol Surabaya Jawa Timur, dalam rangka kesiapan pelaksanaan Ops Ketupat 2024.
Selain itu, pihaknya juga mengelar rapat koordinasi di Kantor PT. Jasamarga Trans-Jawa Tol Represen Office 3 Plaza Tol Kota Sateleit, Jalan Mayjend Sungkono Surabaya.
Irjen Pol Aan Suhanan menjelaskan, bahwa hari ini hari kedua melaksanakan survei bersama stakeholder dari Jakarta, jalur kesiapan untuk Operasi Ketupat 2024, dimulai dari Jakarta - Semarang dan ke Surabaya.
"Kami bisa memetakan dan dapat informasi dari kewilayahan untuk kesiapan jalur terutama jalan tol, arteri maupun ke jalur wisata. Ini sudah siap untuk melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik maupun balik dan berwisata ke tempat tujuan wisata," ujar Aan Suhanan, Selasa (27/2).
Alumni Akpol 88 ini menambahkan, ada beberapa perbaikan di jalan tol maupun di arteri dan jalur wisata, ini ada komitmen dari Bina Marga dari PUPR, itu akan diselesaikan paling lambat di H-10 sebelum hari H Idul Fitri. Apabila belum selesai sampai waktunya nanti itupun akan dihentikan sementara untuk pekerjaan proyek tersebut.
"Kemudian dari hasil paparan kemarin ada beberapa hazard atau trouble spot yang perlu kita perhatikan, perlu kita kelola dengan baik. Pertama, untuk rest area di jalan tol, rest area ini masih menjadi titik krusial nanti pada saat volume arus lalu lintas meningkat pada puncak mudik maupun balik ini menjadi titik-titik perlambatan ini prediksi kita," tambahnya.
Menurutnya, sudah ada komitmen dengan para pengelola rest area maupun pengelola jalan tol,untuk intervensi terutama mengatur yang pertama traffic-nya masuk dan keluar termasuk didalam, kemudian juga akan mengatur lamanya istirahat di sana.
"Kemudian yang kedua yaitu, gate tol juga masih menjadi titik yang harus kita kelola dengan baik, pengelola jalan tol sudah menyiapkan beberapa penambahan personil untuk melayani. Kemudian mobile leader juga sudah ditambah termasuk mengaktifkan gerbang tol satelit, artinya tidak ada digunakan saat normal ini akan dimaksimalkan," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Wisnu Wardhana.
Pihaknya, kata Aan mengimbau kepada masyarakat untuk menyiapkan e-toll karena seringkali menghambat perjalanan ketika saldo tolnya itu sudah tidak cukup. "Ini memakan waktu sehingga terjadi kelambatan kemudian tertib lajur di gate tol," ujarnya.
Ketiga, kendaraan yang mengalami hambatan, mogok dan sebagainya juga dari evaluasi tahun lalu dan kemarin Natal menjadi sumber perlambatan sehingga mengakibatkan kepadatan arus di tol.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan kendaraan yang prima, di samping kesehatan artinya kesehatan pengendara juga harus prima sehingga bisa menikmati arus mudik maupun balik di lebaran tahun 2004," bebernya.
Aan menambahkan, pihaknya juga akan melakukan beberapa pembatasan, pembatasan kendaraan tertentu untuk tidak melintas pada tanggal-tanggal puncak arus karena akan membuat beban jalan yang belum banyak berubah menjadi sangat berat.
"Kita akan bersama-sama dari Kementerian Perhubungan dari PUPR, akan membuat keputusan bersama terkait pengelolaan lalu lintas selama harus mudik dan balik Tahun 2004 ini salah satunya ada pembatasan," jelas dia.
Kedua, ujar Aan, Korlantas akan menambah ruas jalan, artinya akan melakukan intervensi menambah luas jalan atau melakukan contra flow sampai pada one way pada saat puncak arus untuk di tol.
"Di samping trader sport tadi kita juga sudah mengimplementarisir daerah rawan kecelakaan di tol maupun di arteri ini dari pak dirlantas sudah memetakan tempat rawan ada 150 black spot atau daerah rawan di daerah rawan di Jatim," kata Aan.
Terakhir, lanjut Aan untuk Jawa Timur juga ada tugas tambahan mengelola jembatan penyeberangan dari teman-teman ASDP, BPTD dan Perhubungan, sudah mengatur ada penambahan Pelabuhan Jangkar.