Jembatan Gabus Salatiga ambruk, satu orang meninggal dunia
Jalur Sugihwaras- Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jaw Tengah ditutup setelah Jembatan Gabus ambruk. Satu orang meninggal dunia dalam kejadian itu.
Elshinta.com - Jalur Sugihwaras- Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah ditutup setelah Jembatan Gabus ambruk. Satu orang meninggal dunia dalam kejadian itu.
Kejadian ambruknya Jembatan Gabus terjadi Rabu (6/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban meninggal adalah Maratus Sholihah (23) warga Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Korban yang bekerja di sebuah pabrik sepatu di kawasan Argomulyo itu diperkirakan sedang melintas di jembatan tersebut, kemudian jembatan ambrol dan materialnya menimpa tubuhnya. Sedangkan ambrolnya Jembatan Gabus yang menghubungkan beberapa desa di Randuacir itu diduga karena tidak kuat menahan gerusan air deras akibat intensitas hujan yang tinggi di Salatiga dalam beberapa hari terakhir.
Keterangan yang dihimpun, salah satu saksi mata Ramlan (60) warga Ngronggo RT 02 RW 04, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga bersama istrinya mengendarai sepeda motor. Saat hendak melintas di jembatan Salam, saksi Ramlan mendengar suara minta tolong dari arah sungai, dimana jembatannya ambrol.
"Kejadian masih dini hari, kondisi sepi tiba tiba ada suara dari korban," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (7/3).
Ramlan berusaha menolong korban, saat itu saksi yang berboncengan motor dengan istrinya justru ikut terjungkal ke sungai di jembatan.
"Untung saya dan istri tidak luka serius," ujar Ramlan.