UMM kukuhkan dua guru besar, salah satunya berpredikat Anumerta
niversitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan dua guru besar. Guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari Fakultas Pertanian-Peternakan.
Elshinta.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan dua guru besar. Guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari Fakultas Pertanian-Peternakan.
Mereka ini nasing-masing Prof. Dr. Ir. Aris Winaya,MM,MSi,IPU,ASEAN Eng dan Prof.Dr. Ir. Maftuchah, MP. Keduanya dikukuhkan dalam.Sidang Senat Terbuka UMM di Gedung Kuliah Bersama (GKB) lantai IX, UMM, Sabtu (9/3).
Menariknya dua guru besar Fakultas Pertanian-Peternakan ini merupakan pasangan suami istri.
Dimana, Prof. Dr. Ir. Maftuchah ,MP yang merupakan istri dari Prof. Dr. Ir. Aris Winaya ,MM, ,MSi,IPU,ASEAN Eng yang meninggal dunia beberapa minggu lalu sehingga pengukuhannya dianugerahi Anumerta dan pidato pengukuhannya menggunakan Artificial Intelligence (AI) tentu saja ini membuat sejumlah undangan tak bisa menahan air mata .
Prof. Dr. Ir. Aris Winaya ,MM.,MSi,IPU,ASEAN Eng pada pidato ilmiahnya lebih menitik beratkan pada penggunaan DNA dalam ternak.
‘Jika ternak itu kita analilsis maka akan dijunpai ada yang berbeda “ ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.
Ditambahkan Aris, teknologi DNA dapat diketahui siapa pemilik sebenarnya. “Salah satu temuan yang menarik dalam DNA sapi di Indonesia bersumber dari nenek moyangnya dari Banteng,” jelasnya.
Dan selain sapi-sapi dari Indonesia selain DNA dari Banteng juga campuran dari sapi-sapi India.
“Dan teknik genetika molekular diperkirakan akan memiliki dampak yang cukup besar utamanya pada ternak lokal yang mana sangat berpotensi untuk pengembangan sapi lokal meski kendala peternakan di Indonesia adalah upaya mempertahankan ternak lokal kalau tidak ada penyemimbang maka kita juga disulitkan dengan ternak Import, karena itu pemerintah harus didorong untuk tetap mempertahankan ternal lokal sehingga jadi bali seperti sapi bali yang justru berkembang biak di Malaisya,” tandasnya.
Sementara itu rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si mengungkapkan dua profesor menjadi inspirasi bagi semua.
"Saya membaca dua judul dari pasangan ini sangat bersenyawa walaupun di lapangan yang berbeda," ujarnya.
Selain itu ditambahkan Rektor UMM, DNA yang menjadi bahasan dari Prof. Aris padanannya menggacu pada materi.
"Ibaratnya UMM sebagai organisasi besar maka harus melihat bibit, bebed, bobod, sehingga dapat menyiapkan SDM yang dihasilkan dari UMM," tandasnya.