9 Maret 1978: Peresmian Tol Jagorawi menjadi tonggak sejarah pembangunan infrastruktur Indonesia

Elshinta.com, Indonesia menyaksikan momen bersejarah dengan peresmian tol Jagorawi oleh Presiden Soeharto pada tanggal 9 Maret 1978 silam. Ini bukan hanya sebuah jalur jalan tol biasa, tetapi sebuah tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur negara yang mengubah lanskap transportasi dan ekonomi Indonesia.

Update: 2024-03-09 06:05 GMT
Ilustrasi - Tol Jagorawi. (Jasa Marga)

Elshinta.com - Indonesia menyaksikan momen bersejarah dengan peresmian tol Jagorawi oleh Presiden Soeharto pada tanggal 9 Maret 1978 silam. Ini bukan hanya sebuah jalur jalan tol biasa, tetapi sebuah tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur negara yang mengubah lanskap transportasi dan ekonomi Indonesia.

Sebelum tol Jagorawi dibangun, perjalanan antara Jakarta, Bogor, dan Ciawi adalah perjalanan yang melelahkan dan memakan waktu. Jalanan yang sempit dan padat serta kondisi jalan yang buruk sering menjadi hambatan bagi mobilitas penduduk dan distribusi barang. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan urbanisasi di wilayah tersebut, kebutuhan akan jalur transportasi yang lebih cepat dan efisien semakin mendesak.

Melansir kompas.com, ide awal pembangunan jalan bebas hambatan itu dicetuskan pertama oleh Gubernur Jakarta,Sudiro, pada tahun 1955. Namun usulan itu ditolak oleh DPRDS dengan alasan jalan bebas hambatan justru akan mengganggu lalu lintas. Selain itu penarikan tarif jalan tol juga dinilai seperti pungutan pajak pada era kolonial Belanda. 

Pada tahun 1970, Menteri PUTL Sutami mengusulkan ide yang sama ke Presiden Soeharto. Dia meminta agar pemerintah membangun jalan bypass Jakarta-Bogor karena kemacetan begitu terasa seiring bertambahnya jumlah kendaraan.

Pembangunan tol Jagorawi merupakan proyek besar yang melibatkan berbagai pihak, dari pemerintah pusat hingga swasta. Proyek ini dimulai pada tahun 1974. Rute tol ini membentang sepanjang sekitar 59 kilometer, menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Proyek ini menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur transportasi nasional.

Pada 9 Maret 1978, ruas Jakarta (Cawang)-Cibinong sepanjang 27 kilometer diresmikan Soeharto sebagai jalan tol pertama di Indonesia. Setahun kemudian, ruas Cibinong-Bogor dan Bogor-Ciawi pun diresmikan. Untuk pelaksanaan operasional tol tersebut dibentuklah PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jagorawi.

Peresmian tol Jagorawi membawa sejumlah manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Dengan adanya jalur tol ini, waktu perjalanan antara Jakarta, Bogor, dan Ciawi menjadi jauh lebih singkat dan nyaman. Ini tidak hanya meningkatkan mobilitas penduduk, tetapi juga mempercepat distribusi barang dan layanan, mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Selain itu, pembangunan tol Jagorawi juga memberikan dorongan bagi pembangunan infrastruktur lainnya di Indonesia. Berbagai proyek jalan tol kemudian dibangun di berbagai wilayah negara ini, membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas antar kota dan provinsi.

Tags:    

Similar News