Kuras sumur tetangga, Nasihin meninggal dunia
Berniat membantu tetangga untuk menguras sumur di samping rumah, Nasihin (56) warga Dusun Kemasan, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia di dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 6 meter.
Elshinta.com - Berniat membantu tetangga untuk menguras sumur di samping rumah, Nasihin (56) warga Dusun Kemasan, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia di dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 6 meter.
Kejadian yang diketahui terjadi pada Senin (11/3) sekitar pukul 12.00 WIB tersebut diketahui pertama oleh pemilik rumah, dan saat itu juga langsung melaporkan kepada pihak Polsek Bergas untuk dilakukan evakuasi.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra membenarkan kejadian tersebut dan sudah dalam penanganan pihak Polsek Bergas dibantu oleh BPBD Kabupaten Semarang.
"Info yang kami dapat bahwa korban bernama Pak Nasihin umur 56 tahun, dimana korban sehari-hari bekerja sebagai petani. Dan korban berhasil dievakuasi oleh tim dari Polsek Bergas bersama BPBD Kabupaten Semarang dari sumur sedalam kurang lebih 6 meter," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Selasa (12/3).
Di lokasi kejadian Kapolsek Bergas AKP Wahyono menjelaskan kronologi korban meninggal dunia diduga kehabisan oksigen saat melakukan pengurasan sumur milik tetangganya.
"Saat pemilik rumah Kusdi 70 tahun sedang berada di tepi sumur, korban datang dari bertani dan menanyakan kepada pemilik rumah sedang apa di tepi sumur. Selanjutnya Pak Kusdi menyampaikan ingin menguras sumur, dan korban menawarkan diri dengan menyatakan bisa untuk menguras sumur," ugkapnya.
Masih menurut Wahyono, setelah turun ke dalam sumur sedalam sekitar 6 meter dan diameter 70 cm dengan menggunakan tali berbahan kawat serta membawa pipa korban berada di bawah sumur. Pemilik sumur menunggu mesin genset di atas, namun setelah ditunggu kurang lebih 15 menit di atas, korban tidak ada reaksi.
"Setelah ditunggu pemilik sumur Pak Kusdi di atas sekitar kurang lebih 10 hingga 15 menit, korban tidak memberikan kode atau reaksi," tandasnya.
Ahmad Munif (36) anak Kusdi yang mengetahui bahwa korban tidak ada reaksi dari dalam sumur, langsung mematikan mesin Genset dan melakukan pengecekan dengan menggunakan senter. Dan diketahui korban Nasihin sudah dalam kondisi tidak bergerak.