Bahas inovasi IT layanan pariwisata, Pemkot Yogyakarta kunjungi Pemkot Denpasar 

Kota Yogyakarta dan kota Denpasar memiliki banyak kesamaan sebagai kota wisata. Di era digitalisasi pengembangan informasi dan teknologi (IT) untuk layanan wisata sangat dibutuhkan.

Update: 2024-03-12 21:23 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com

Elshinta.com - Kota Yogyakarta dan kota Denpasar memiliki banyak kesamaan sebagai kota wisata. Di era digitalisasi pengembangan informasi dan teknologi (IT) untuk layanan wisata sangat dibutuhkan. Pengembangan aplikasi di bidang IT merupakan hal sangat penting di era sekarang ini. Pengembangan pariwisata kedepan tidak bisa lepas dari inovasi IT.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan dengan pemanfaatan aplikasi berbasis IT, Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfo) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan ke Pemkot Denpasar pada Rabu, (6/3/2024).

Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta, Ignatius Triharsono, mengatakan bahwa sebagai kota pariwisata aspek komunikasi publik tidak hanya ke dalam tetapi juga ke luar yang harus selaras dengan penguatan-penguatan kepariwisataan. Bagaimana mengoptimalkan potensi-potensi wisata dengan penguatan di media sosial yang saat ini menjadi pilihan paling cepat masyarakat untuk mendapatkan informasi. 

"Tentunya ini menjadi kesadaran kita bagaimana pemerintah harus serius mengelola dan mengoptimalkan metode terkait dengan komunikasi publik. Salah satu tolak ukurnya bagaimana pemerintah mewujudkan kesungguhanya dengan merespon partisipasi publik baik aduan atau informasi publik," kata Ignatius di Pemkot Denpasar.

Pemkot Yogyakarta sudah menerapkan inovasi IT seperti aplikasi Jogja Smart Service (JSS) namun diakuinya masih memiliki beberapa catatan. Antara lain dalam pengembangan inovasi terkadang belum dibarengi dengan landasan hukum seperti peraturan wali kota atau peraturan daerah. Menurutnya, pengembangan inovasi harus jelas landasan kebijakanya.

"Kita tidak boleh berlari begitu saja, kita harus jelas landasan-landasan kebijakannya, perwalnya, dan sebagainya itu," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (12/3).

Menurutnya beberapa isu-isu sensitif tentang kepariwisataan sebenarnya adalah isu-isu yang bersifat rumah tangga. Pihaknya mencontohkan untuk permasalahan di Kota Yogyakarta seperti masalah parkir, perilaku pelaku pendukung misal kuliner dan lain sebagainya adalah hal-hal yang terkait dengan rumah tangga. 

Sementara itu, Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika Denpasar, Agus Indra Diatmika menjelaskan bahwa masyarakat maupun wisatawan kota Denpasar bisa mendapatkan informasi apa saja di Kota Denpasar, seperti masalah pengaduan, informasi terkait data, ketenagakerjaan dan lainya melalui aplikasi Denpasar Sewaka Dharma. Aplikasi yang mulai diterapkan tahun 2022 memiliki fitur-fitur yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Denpasar maupun wisatawan. 

"Semua informasi yang ingin diperoleh masyarakat berada disatu genggaman saja. Dengan gadget sudah dapatkan layanan informasi di denpasar, kedepan kita unggulkan inovasi ini sehingga baik masyarakat maupun wisatawan bisa lebih nyaman dengan informasi ini," jelasnya. 

Selain berkunjung ke Pemkot Denpasar, Pemkot Yogyakarta sebelumnya juga melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Jembrana Bali pada Selasa, (5/3/2024). Kunjungan ke Pemkab Jembrana adalah untuk mempelajari bagaimana pengelolaan data yang baik sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang tepat. Pemkab Jembrana mengedepankan data dan data ini menjadi penentu kebijakan. 

"Yang menarik bukan sekedar kolaborasi tetapi elaborasi antar OPD yang bisa berperan dalam penguatan sistem pendataan," pungkasnya. 

Tags:    

Similar News