Di duga 'upwelling', puluhan ton ikan nila di Waduk Cengklik mati mendadak

Lebih dari tiga puluh ton ikan air tawar jenis nila merah siap panen milik para petani di keramba Waduk Cengklik, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mati mendadak.

Update: 2024-03-12 20:41 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Lebih dari tiga puluh ton ikan air tawar jenis nila merah siap panen milik para petani di keramba Waduk Cengklik, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mati mendadak. Kematian puluhan ton ikan tersebut dampak cuaca ekstrem yang melanda Boyolali pada awal Maret 2024. Akibatnya para pemilik ikan keramba mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Ikan yang mati mendadak tersebut kemudian diambil dari karamba untuk dipindahkan agar tidak semakin mencemari air Waduk Cengklik dan mengakibatkan kematian ikan lebih banyak. 

Salah satu petani ikan di Waduk Cengklik, Wuning, Selasa (12/3) menjelaskan, peristiwa matinya ribuan ikan disebabkan cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

"Mulai Sabtu kemarin cuaca cukup buruk tidak ada sinar matahari, bahkan hujan deras terus mengguyur. Kemudian pada Minggu paginya kondisi ikan banyak yang mulai loncat karena kondisi kekurangan oksigen. Saat itu ikan juga sudah tampak banyak yang mati. Kematian ribuan ikan kemudian masih berlanjut pada Senin (11/3/2024) kemarin hingga pada akhirnya saya pasrah dan mengambil ikan-ikan yang mati untuk dipindahkan agar tidak mencemari air waduk," kata Wuning seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Wuning mengatakan lebih lanjut, ribuan ikan tersebut merupakan stok selama bulan puasa dan lebaran 2024. Akibat fenomena upweling tersebut ia mengalami kerugian mencapai 70 juta rupiah.

Petani ikan Waduk Cengklik hingga saat ini hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah memberikan bantuan paling tidak membantu bibit ikan, agar petani ikan dapat kembali melanjutkan budidaya ikan jenis tersebut.

Tags:    

Similar News