Banjir rendam 21 desa di Kabupaten Kudus
Hujan deras disertai angin dalam beberapa hari ini, tidak kuatnya bangunan rumah menahan derasnya hujan, kontur tanah yang labil dan gembur, kondisi pohon yang sudah tua dan lapuk, meningkatnya debit air sungai Piji, Dawe, JU 1, Gelis dan Wulan, mengakibatkan banjir di 21 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Banjir juga menyebabkan 6.884 KK terdampak dan 271 jiwa mengungsi di sejumlah posko pengungsian.
Elshinta.com - Hujan deras disertai angin dalam beberapa hari ini, tidak kuatnya bangunan rumah menahan derasnya hujan, kontur tanah yang labil dan gembur, kondisi pohon yang sudah tua dan lapuk, meningkatnya debit air sungai Piji, Dawe, JU 1, Gelis dan Wulan, mengakibatkan banjir di 21 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Banjir juga menyebabkan 6.884 KK terdampak dan 271 jiwa mengungsi di sejumlah posko pengungsian.
Selain banjir kejadian pohon tumbang juga berada di 30 titik yang mengganggu akses jalan dan jaringan listrik. Bahkan ada yang menimpa pengendara dan rumah warga. Akibat banyaknya pohon tumbang llistrik di Kabupaten Kudus padam. Demikian juga ada laporan kejadian longsor yang menimpa rumah warga. Pihak BPBD bersama pihak terkait sudah melakukan evakuasi dan penanganan pohon tumbang.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji mengatakan pihaknya juga menerima informasi adanya 5 santri di Desa Kirig yang tenggelam saat bermain perahu di lokasi banjir. Tiga ditemukan meninggal dunia sementara 2 santri kondisi selamat. Sedangkan pada hari sebelumnya, ada salah satu warga Desa Temulus yang juga tenggelam dan belum diketemukan.
"Kami himbau warga untuk berhati-hati tidak bermain air dilokasi banjir karena ketinggian banjir diarea persawahan lebih dari 2 meter", katanya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (15/3).
Dijelaskan, untuk penanganan banjir juga dilakukan penyedotan air dengan 2 mesin pompa oleh Dinas PUPR sejak tanggal 11 Maret sampai dengan sekarang di Tanggulangin.