Wanita asal Yogyakarta meninggal di kamar kos di Tengaran
Pulang kerja dalam keadaan kurang enak badan, seorang karyawan salah satu pabrik di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Senin (1/4) malam.
Elshinta.com - Pulang kerja dalam keadaan kurang enak badan, seorang karyawan salah satu pabrik di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Senin (1/4) malam.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menjelaskan sebelum meninggal, korban mengeluh kurang enak badan saat pulang kerja.
"Korban merupakan warga Kabupaten Gunung Kidul Provinso Daerah Istimewa Yogyakarta bernama Tri Wulandari (28), dan bekerja sebagai karyawan salah satu pabrik di Tengaran. Saat pulang bekerja, korban mengeluh kurang enak badan dan sempat diberi pertolongan oleh tetangga kos," jelasnya, Selasa (2/4).
Meneruskan apa yang disampaikan Kapolres Semarang, Kapolsek Tengaran AKP Supeno memaparkan kronologi kejadian tersebut.
"Pada Senin sore 1 April 2024, sekitar 16.00 WIB korban pulang dari bekerja di salah satu pabrik di Tengaran. Korban sempat mengeluh kepada tetangga kos Eni Lismiyati (23) warga Kabupaten Boyolali, bahwa korban menggigil kurang enak badan. Sekitar 18.30 WIB saksi Eni membantu menggosok/kerokan badan korban dengan minyak kayu putih, dan korban istirahat di kamar korban," ujarnya.
Setelah mendapat bantuan tetangga kos, korban ditinggal oleh Eni untuk kegiatan yang lain. Dan menurut keterangan saksi Eni, pada pukul 20.30 WIB sempat dilihat oleh saksi bahwa korban masih tertidur di dalam kamar.
"Merasa khawatir sudah malam tidak keluar kamar, saksi bersama tetangga kos lain Sri Handayani (41) warga Kabupaten Semarang sekitar pukul 23.30 WIB mengecek kamar korban, dan korban ditemukan sudah tidak bernafas. Selanjutnya melaporkan kepada pemilik kos dan ke Polsek Tengaran," imbuh Supeno seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (3/4).
Supeno menambahkan dari hasil pemeriksaan pihak Puskesmas Tengaran dan unit Inafis Polres Semarang, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan dugaan korban meninggal dikarenakan sakit.
"Saat ini kami sedang menunggu pihak keluarga dari Yogya untuk datang ke Tengaran, dan selanjutnya akan kami sampaikan pihak keluarga korban perihal kejadian yang terjadi pada korban," pungkasnya.