Kasus pembunuhan di Boyolali didasari korban dan pelaku terlibat asmara sesama jenis
Jajaran Polres Boyolali diback up Polda Jawa Tengah mengungkap kasus pembunuhan 22 jam setelah terjadi tindak pidana di wilayah hukum Polres Boyolali di mana kasus tersebut terjadi pada Jumat (3/5/2024), sekitar pukul 21.00 WIB dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.
Elshinta.com - Jajaran Polres Boyolali diback up Polda Jawa Tengah mengungkap kasus pembunuhan 22 jam setelah terjadi tindak pidana di wilayah hukum Polres Boyolali di mana kasus tersebut terjadi pada Jumat (3/5/2024), sekitar pukul 21.00 WIB dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi dalam keterangan Pers di Mapolres Boyolali, Selasa (7/5) sore membeberkan modus operandi kasus pembunuhan tersebut. Menurutnya, pelaku ingin menguasai barang milik korban dengan rencana pembunuhan. Terjadinya pembunuhan didasari antara pelaku dan korban terlibat hubungan asmara sesama jenis.
"Pelaku sebagai laki laki dan korban sebagai perempuan. Tiga kali dia melakukan hubungan badan, dengan upah sekitar dua ratus ribu rupiah, yang ke tiga kalinya minta lima ratus ribu rupiah. Tersangka menyiapkan sebilah celurit, karena korban ditarik lima ratus ribu tidak mau, akhirnya dibunuh dengan cara dibacok lima kali, kemudian dipalu bagian kepala hingga korban meninggal," kata Irjen Pol Ahmad Lutfi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto.
Lebih lanjut Kapolda mengatakan, setelah melakukan pembunuhan, pelaku menguasai harta korban. Di antaranya kendaraan, jam tangan, uang dan lain sebagainya.
Selain mengamankan pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain celurit, palu, bantal, jaket dan sepeda motor, sandal serta handphone.
"Ini pembunuhan yang sangat keji, ini kasus menonjol untuk segera kita ungkap. Kecepatan anak-anak kita baik Resmob dan Polda, ini menjadi kewajiban Polri. Dan sudah kita arahkan ke jajaran sesrse bahwa mengungkap kasus adalah hal utama. Tiap ada kasus menonjol, sudah saya warning untuk segera kita ungkap. Ini triger bagi para penjahat untuk tak melakukan kejahatan di wilayah kita," kata Kapolda.
Diinformasikan, Bayu Handono (37) seorang pengusaha tembaga beralamat di Cepogo, Boyolali dibunuh IR (27), warga Sumber Lawang Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Lokasi pembunuhan di rumah korban Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan dan Kabupaten Boyolali pada Jumat (3/5). Kasus tersebut didasari hubungan asmara sesama jenis.
Dalam gelar konferensi pers ini dihadiri Kapolres se Solo Raya dan juga menghadirkan pelaku inisial IR. Pelaku saat ini diamankan di mapolres setempat untuk proses hukum lebih lanjut.