Kapolda Jateng: 'Nafasnya' Ndaru mempererat tali persaudaraan kebangsaan
Terbentuknya Ndaru (Nderek Guru) meringankan tugas polisi, karena Dawuhe (perintah) Guru (H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya) adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar tidak mungkin melanggar hukum.
Elshinta.com - Terbentuknya Ndaru (Nderek Guru) meringankan tugas polisi, karena Dawuhe (perintah) Guru (H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya) adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar tidak mungkin melanggar hukum. Hal tersebut dikatakan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat hadir pada Halal Bi Halal Ndaru (Nderek Guru) di Obyek Wisata Guci Forest, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (20/5/24).
Dalam acara tersebut hadir H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, PJU Polda Jateng, Forkopimda Kabupaten Tegal, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh ormas.
Saat memberi sambutan Kapolda Jateng menyebut bahwa terbentuknya Ndaru meringankan tugas Polri dalam Harkamtibmas.
“Ini menginspirasi bahwa terbentuknya Ndaru (Nderek Guru) tentu meringankan tugas Polisi dalam Harkamtibmas karena Dawuhe Guru tentu adalah Amar ma'ruf Nahi Munkar tidak mungkin melanggar hukum, dan saya sampaikan bahwa nafasnya Ndaru adalah mempererat tali persaudaraan kebangsaan,“ kata Kapolda Jateng seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (21/5).
Dalam kesempatan tersebut Kapolda Jateng juga memaparkan terkait gelaran Pilkada yang sudah dan akan dilaksanakan di Jawa Tengah.
“Kami sampaikan bahwa Operasi Mantap Brata hampir selesai dan akan disambung dengan Operasi Mantap Praja yang akan dilaksanakan,” ujarnya.
“Gelaran Pemilu kemarin Jawa Tengah aman terkendali, bukan hanya peran TNI/Polri dan stake holder lainnya, tetapi berkat masyarakat yang mempunyai sense of crisis terkait dengan potensi wilayah, juga berkat masyarakat yang mempunyai asas gotong royong tepo sliro,” tambah Ahmad Luthfi.
Oleh karena itu, lanjut Luthfi, setelah selesai Pemilu, persatuan dan kesatuan dirajut kembali, "Siapapun pilihan masyarakat adalah untuk Bangsa Indonesia dan pilihan yang terbaik dalam rangka membangun NKRI,“ ucapnya.
Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa sudah melakukan pengecekan sinergitas dan kesiapan 3 pilar dalam menghadapi gelaran Pilkada.
“Kami sudah mengarahkan dari kesatuan terkecil di tingkat desa (3 pilar) untuk merapatkan barisan karena dalam Pilkada tidak ada perbantuan pasukan di masing-masing kabupaten. Sehingga mari kita bersama ciptakan situasi yang aman terkendali dengan berbagai komponen dan saya yakin bapak/ibu adalah duta alat pemersatu bangsa yang bermanfaat dalam memberikan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara” pungkas Kapolda Jateng.
Organisasi Ndaru (Nderek Guru) beranggotakan santri, alumni santri, pengikut, pengagum H. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dengan berbagai latar belakang yang berbeda, lintas agama, lintas budaya, lintas suku dan bahasa serta menjunjung tinggi keberagaman dan pluralisme.