Komunitas Reptil Kediri edukasi dan bantu penanganan satwa liar
Keceriaan terpancar dari wajah anak didik sekolah alam Ramadhani. Puluhan siswa ini terlihat sedang bercengkrama bermain dengan hewan jenis reptil.
Elshinta.com - Keceriaan terpancar dari wajah anak didik sekolah alam Ramadhani. Puluhan siswa ini terlihat sedang bercengkrama bermain dengan hewan jenis reptil. Saat bermain bersama hewan reptil, mereka mendapat pendampingan secara langsung dari KOREK (Komunitas Reptil Kediri).
Materi edukasi yang disampaikan tentang pengenalan nama dan jenis hewan reptil, ditentukan sesuai jenjang pendidikan."Kalau tingkat Taman Kanak Kanak dan Sekolah Dasar tahapanya cuman pengenalan seperti ini. Kalau SMP dan SMA levelnya sudah beda. Kita beri materi pencegahan kalau digigit ular berbisa bagimanana," terang Iko Solihin selaku Ketua KOREK Kota Kediri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Sabtu (25/4).
Saat memberikan edukasi di Sekolah Alam Ramadhani tim KOREK membawa 12 hewan reptil peliharaanya. Tim yang dilibatkan berjumlah 6 orang. "Hewan reptil yang kita bawah diantarnya ada ular, buaya, Iguana, katak Impor serta beberapa jenis ular dari luar," bebernya.
Tidak hanya sekadar mengedukasi para pelajar. Komunitas Reptil Kediri juga mempunyai kepedulian untuk membantu warga dalam hal penanganan ular dan hewan reptil jenis lainnya.
"Kita juga menyediakan jasa rescue untuk penanganan ular. Teman teman dari komunitas reptil tempo hari ikut dilibatkan penangkapan buaya muara di Kecamatan Wates. Kita kordinasinya langsung dari BKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Jawa Timur," tambah pria lulusan Strata 1 Bahasa Inggris itu.
Ia menceritakan asal usul kenapa dirinya menyukai hewan reptil dikarenakan ia memiliki pengalaman pernah digigit ular Pyton yang mengakibatkan harus mendapatkan 14 luka jahitan.
"Itu yang membuat saya berfikir kenapa bintang ini menggigit. Saya akhirnya terus belajar akhirnya berhasil menakarkan itu, " tuturnya.
"Kemudian saya mencoba untuk mencari teman teman yang memiliki ketertarikan dan hobi yang sama. Kita kumpul dan sharing berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman sampai pada akhirnya terbentuk komunitas ini," cerita Iko.