Pemkab Meranti bangun pelabuhan penyeberangan usai jembatan roboh

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau membangun pelabuhan penyeberangan dari Desa Alai ke Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat usai robohnya Jembatan Panglima Sampul beberapa waktu lalu.

Update: 2024-05-28 07:40 GMT
Plt Bupati Kepulauan Meranti, Asmar bersama jajarannya dan pihak terkait lainnya meninjau pelabuhan kempang yang melayani penyeberangan dari Desa Alai ke Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin (27/5/2024). (ANTARA/Rahmat Santoso)
Elshinta Peduli

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau membangun pelabuhan penyeberangan dari Desa Alai ke Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat usai robohnya Jembatan Panglima Sampul beberapa waktu lalu.

"Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pekerja, TNI Polri serta masyarakat yang ikut terlibat dalam pembangunan pelabuhan kempang ini. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari sudah selesai terbangun," kata Pelaksana Tugas Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, Senin.

Lebih lanjut dia mengingatkan kepada pengoperasi kempang bahwa untuk anak-anak sekolah agar tidak dipungut ongkos penyeberangannya. Begitu juga dengan guru nanti akan dibicarakan pembayarannya pernah bulan.

“Sesuai komitmen kita bersama, anak sekolah jangan dipungut biaya. Begitu juga untuk para guru nanti akan kita koordinasikan dibayar per bulan,” ujarnya.

Lebih jauh, Asmar juga memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau terkait perbaikan jalan Desa Tenan. Selain tentunya pembangunan kembali jembatan penghubung Sungai Perumbi yang ambruk beberapa waktu lalu.

“Insya Allah saya akan berangkat ke Pekanbaru untuk berkoordinasi kembali masalah pembangunan Jalan Desa Tenan dan jembatan yang sekarang ambruk,” sebut Asmar.

Jembatan Panglima Sampul yang ambruk pada Rabu (22/05) menjadi salah satu akses masyarakat sejumlah desa di tiga kecamatan menuju Kota Selatpanjang. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Diketahui sejak jembatan itu dibangun pada tahun 2002 hingga sekarang memang tak pernah mendapat perawatan teknis. Setelah roboh, akses jalur darat yang bisa dilalui masyarakat yakni dari Desa Tenan namun jarak tempuhnya mencapai belasan kilometer dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News