Rektor Instbunas jamin UKT di kampusnya tidak memberatkan mahasiswa

Rektor Institut Budi Utomo Nasional (Instbunas) Dr. Sudibyo BO, turut buka suara terkait polemik mahalnya uang kuliah tunggal (UKT), meski akhirnya pemerintah  membatalkan rencana kenaikan UKT tersebut.

Update: 2024-05-29 19:33 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Rektor Institut Budi Utomo Nasional (Instbunas) Dr. Sudibyo BO, turut buka suara terkait polemik mahalnya uang kuliah tunggal (UKT), meski akhirnya pemerintah  membatalkan rencana kenaikan UKT tersebut.

Hal ini disampaikan Rektor Instbunas saat menyinggung esensi HUT Instbunas, SMK MEC dan LKP MEC ke-34 yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional 20 Mei 2024, beberapa waktu lalu 

Menurut Sudibyo, besaran UKT hendaknya tidak boleh memberatkan mahasiswa. Oleh karena itu, ia memastikan esensi dari HUT ke 34 khususnya Instbunas, bahwa di kampusnya justru meraih masyarakat yang punya keinginan kuat untuk kuliah dengan biaya UKT yang relatif terjangkau 

"Kita mempelajari perkembangan pendidikan di tanah air, termasuk di kabupaten Majalengka, banyak sekarang isu yang telah menyebar bahwa UKT atau uang kuliah tunggal naik sangat signifikan," tegas Rektor Instbunas Sudibyo BO, Senin (27/5).

Sehingga Sudibyo meyakinkan bahwa kuliah di kampusnya tidak ada kenaikan biaya UKT dan tidak akan memberatkan mahasiswa, sebaliknya ia menyebut biaya di Instbunas relatif terjangkau 

"Dari ulang tahun kita itu, kita menentukan, kita tidak akan menaikan UKT uang kuliah tunggal, dan bahkan kita akan membantu masyarakat, yang mungkin dengan biaya kuliah disini yang relatif terjangkau bisa membantu pada mahasiswa atau masyarakat yang punya niat kuat untuk kuliah," tegasnya. 

Sudibyo juga mengatakan, pihaknya sangat mendukung atau mendorong masyarakat yang memiliki niat kuat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Jangan sampai kata Sudibyo, mahalnya UKT akan menghambat keinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau untuk melanjutkan kuliah, kendati kata dia bukan masalah biayanya untuk menyelesaikan kuliah, namun niat kuat dari sang anak itu sendiri.

"Karena yang penting bukan biayanya dalam menyelesaikan kuliah itu, namun karena niat kuatnya untuk kuliah dari anak yang mau kuliah," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (29/5). 

"Kalau yang niat kuat orang tuanya, biasanya biaya ada tapi anaknya tidak kuat (niatnya) tapi kalau anaknya yang kuat (niatnya) masalah biaya bisa dicari jalan keluar, itu niat kita Instbunas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang ada di kabupaten Majalengka dan sekitarnya," tambah Sudibyo.

Sehingga kata dia itulah esensi dari pada HUT ke 34 Instbunas, SMK MEC dan LKP MEC, esensinya akan mempermudah mahasiswa yang sulit mendapatkan biaya kuliah.

Selain itu, tahun 2024 ini kata Sudibyo kampusnya akan terus melakukan peningkatan kualitas lulusan. Pasalnya persaingan dunia kerja akan semakin ketat sehingga ia tidak menginginkan lulusan Instbunas berakhir menjadi pengangguran.

"Bahkan kita sepakat tahun 2024 itu adalah peningkatan kualitas lulusan. Karena kedepan kesempatan untuk bersaing di dunia kerja itu luar biasa jadi kita tidak mau alumni kita atau hanya mencetak pengangguran," paparnya 

"Kita harus mencetak orang yang siap kerja dan mampu kerja dan orang yang siap berwirausaha dan orang yang mampu berwirausaha itu alumni kita, makanya kita banyak yang kita lakukan," sambungnya.

Dan untuk menunjang semangat mahasiswa di kampusnya, Instbunas juga telah meresmikan pusat kegiatan mahasiswa baik untuk kegiatan seni, olahraga, pecinta alam dan lainnya.

"Contoh kita telah meresmikan pusat kegiatan mahasiswa seperti Cempaka Arum, HMPA, ada gym, billiard, tenis meja, dan juga telah diluncurkan mobil operasional layanan masyarakat," pungkasnya.

Tags:    

Similar News