Minibus terjun ke ladang warga di lereng Merapi, tidak ada korban jiwa

Sebuah mini bus Daihatsu Ayla berhasil dievakuasi setelah mengalami kecelakaan tunggal terjun ke ladang warga dengan kedalaman sekitar 15 - 20 meter dari badan jalan, di jalur wisata Lereng Merapi, ruas Boyolali - Magelang JawaTengah.

Update: 2024-07-18 14:56 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebuah mini bus Daihatsu Ayla berhasil dievakuasi setelah mengalami kecelakaan tunggal terjun ke ladang warga dengan kedalaman sekitar 15 - 20 meter dari badan jalan, di jalur wisata Lereng Merapi, ruas Boyolali - Magelang JawaTengah. Dua mobil Jeep 4x4 diturunkan untuk mengevakuasi mobil naas tersebut pada Kamis (18/7). Sejumlah petugas kepolisian setempat ikut membantu evakuasi mobil yang naas tersebut.

Evakuasi berlangsung sekitar dua jam dan mobil naas itu berhasil dievakuasi dari bawah tebing jalan untuk dipinggirkan sementara.

Menurut keterangan salah satu penumpang yang juga merupakan korban selamat, Hermanto (43) warga Pasar Kliwon Surakarta, kecelakaan tersebut terjadi bermula ketika mobil Daihatsu Ayla dengan nopol, AD 1040 MZ dengan membawa 4 penumpang, satu diantaranya pengemudi berjalan dari Solo arah Selo Boyolali. Sampai di TKP, tepatnya di Desa Genting Cepogo, diver bernama Aura Dewi Arafuru hendak memindah gigi transmisi. Namun pandangan driver tersebut tertuju pada gagang persneleng hingga akirnya mobil yang dikemudikannya terjun ke ladang warga.

"Saya berencana mau camping ke Selo, tapi baru di tengah jalan karena jalan menanjak dan menikung dan driver kurang melihat jalan. Akhirnya mobil terjun ke ladang milik warga. Isi dalam mobil itu saya, istri dan dua anak. Jadi total penumpang ada 4. Alhamdullilah, tak ad korban jiwa." kata Hermanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Kamis (18/7). 

Kata Hermanto, untuk ganti rugi tanaman sayuran yang tertimpa mobil tersebut, tengah di bicarakan dengan pemilik lahan. Sementara kerusakan dan kerugian material mobil naas tersebut belum sempat dihitung.

"Kerusakan mobil sekitar 40 persen," ujar Hermanto. 

Tags:    

Similar News