Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah tampilkan beragam karya seni 

Pasar Rakyat dan Budaya atau Pasar Raya di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Kota Surakarta menyuguhkan beragam karya seni tradisional dan kontemporer.

Update: 2024-08-02 14:12 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Pasar Rakyat dan Budaya atau Pasar Raya di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Kota Surakarta menyuguhkan beragam karya seni tradisional dan kontemporer.

Helatan yang mengusung tema “Merajut Pesona, Merawat Jatidiri Jawa Tengah”, kegiatan yang diselenggarakan mulai 1 - 15 Agustus 2024 itu dibuka resmi oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana.

Jenis karya seni yang ditampilkan di antaranya seni lukis, seni rupa, seni tari, wayang kulit, dan penampilan 65 band pelajar.

Pagelaran ini melibatkan pelaku seni, siswa, mahasiswa, dan masyarakat. Tidak hanya dari 35 kabupaten/ kota yang berpartisipasi, tapi juga mampu menarik peserta dari DIY dan Jawa Barat.

Sambil melihat pertunjukkan seni, acara yang digelar gratis untuk umum ini juga diisi sekitar 60 stand UMKM. Mereka menjajakan kerajinan dan kuliner.

Nana Sudjana mengatakan,  "Kegiatan ini merupakan rangkaian acara memperigati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, HUT Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan HUT Taman Budaya Jawa Tengah."

Nana menyebut, pagelaran ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya Jawa. Termasuk para generasi penerus agar juga ikut melestarikan budayanya sendiri.

Panitia Pameran Lukisan,  Prihadi Mulya menuturkan, antusiasme seniman untuk menampilkan karyanya cukup besar. Bahkan, jika tidak dibatasi, masih banyak yang mau berpartisipasi.

“Kita memang membatasi sekitar 140 sampai 150 untuk kuota lukis, kemudian untuk kuota seni instalasi itu kita batasi 10, kemudian kriya itu ada sekitar 15 kelompok, kalau tidak salah, masing-masing kelompok ada 10 peserta," paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Jumat (2/8). 

Dikatakan dia, antusiasme masyarakat dalam mengunjungi gelaran itu juga tinggi. Pengunjung yang datang adalah pengusaha, kolektor, pemilik galeri,  dan masyarakat yang mencintai seni.

Prihadi menyampaikan, untuk kegiatan seni yang dikolaborasikan dengan pasar raya dan UMKM, baru pertama kalinya diselenggarakan. Ia berharap, kolaborasi ini bisa menyedot lebih banyak antusiasme pengunjung. 

Tags:    

Similar News