Kementan: Konsumsi daging kucing tidak etis dan bahaya tertular penyakit endemis hewan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin mengatakan anjing dan kucing memang hewan kesayangan, tapi bukan untuk dikonsumsi seperti binatang ternak. Nurhayani menjelaskan tidak etis mengkonsumsi daging kucing karena adanya keterikatan emosional antara manusia dengan hewan.

Update: 2024-08-10 19:36 GMT
Sejumlah penyakit hewan kesayangan atau Zoonosis dapat menular kepada manusia maupun sebaliknya. (freepik)

Elshinta.com - Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin mengatakan anjing dan kucing memang hewan kesayangan, tapi bukan untuk dikonsumsi seperti binatang ternak. Nurhayani menjelaskan tidak etis mengkonsumsi daging kucing karena adanya keterikatan emosional antara manusia dengan hewan. 

"Ada kekhawatiran perlakuan buruk terhadap hewan, sejumlah negara bahkan memiliki undang-undang dan regulasi yang melarang konsumsi daging hewan kesayangan dan juga mengatur bagaimana perlakuan manusia,” tutur Nurhayani kepada Radio Elshinta, Sabtu (10/8/2024).

Disinggung soal adakah bahaya mengkonsumsi daging hewan seperti kucing, Nurhayani menyebut sejumlah penyakit hewan kesayangan atau Zoonosis dapat menular kepada manusia maupun sebaliknya. Seperti infeksi bakteri, penyakit kulit,  cacingan, rabies hingga toksoplasmosis yang menyebabkan kemandulan pada manusia. 

"Dalam daging kucing itu beberapa penyakit seperti Campylobacter yang berasal dari bakteri yang dapat menginfeksi manusia. Belum lagi penyakit kulit yang ada pada kucing seperti Demodekosis yang juga bisa menular kepada manusia. Ada pula cacingan, rabies yang disebabkan virus, dan juga beberapa penyakit salmonellosis serta toksoplasmosis yang bisa menyebabkan kemandulan,” jelas Nurhayani.

Seperti diketahui viral di media sosial video seorang pria berinisial NY (63) warga di wilayah Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah sedang menyantap daging kucing. Saat digerebek mahasiswa, bapak kos itu asik dan tak merasa bersalah menikmati makanan tersebut. Bahkan menyebutnya untuk kesehatan sebagai pengobatan sakit diabetesnya. (Der/Ter)

Tags:    

Similar News