Jadikan perpustakaan pusat inklusi sosial, Pemkab Brebes gelar TPBIS 2024

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menggelar kegiatan sosialisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Update: 2024-08-12 19:11 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menggelar kegiatan sosialisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang berlangsung pada tanggal 8 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta berbagai stakeholder eksternal perpustakaan. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Eri Raharjono, S.Sos MSi, yang merupakan perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendiskusikan kebijakan serta strategi dalam pengembangan perpustakaan yang lebih inklusif. Dalam pemaparannya, Eri Raharjono menjelaskan bahwa TPBIS merupakan sebuah program yang dirancang untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial, di mana semua lapisan masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan perpustakaan tanpa terkecuali. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan dan teredukasi.

Eri menekankan pentingnya kolaborasi antara perpustakaan dan berbagai pihak, termasuk OPD, TBM, serta komunitas lokal, agar program ini dapat dilaksanakan dengan efektif. Ia menyebutkan bahwa perpustakaan tidak hanya sekadar tempat untuk menyimpan buku, melainkan juga lembaga yang dapat berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan diskusi yang melibatkan masyarakat.

Peserta sosialisasi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait implementasi program TPBIS di Kabupaten Brebes. Banyak peserta mengungkapkan antusiasme dan dukungan terhadap program ini, dengan harapan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber informasi dan pengetahuan. Salah satu perwakilan TBM, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai keberadaan perpustakaan sebagai salah satu sumber daya yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan diri.

Sementara, Kepala Bidang Perpustakaan Daerah Brebes, Neli Silfia menjelaskan kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan dapat membangun jaringan antar perpustakaan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Dengan adanya kerjasama yang baik antar pihak, diharapkan program TPBIS dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan minat baca masyarakat serta akses terhadap informasi yang berkualitas," ujar Neli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (12/8).

Di akhir sesi, Eri Raharjono memberikan beberapa rekomendasi terkait langkah-langkah yang perlu diambil oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes untuk mengimplementasikan program ini. Ia menyarankan perlunya evaluasi berkala terhadap kegiatan yang dilakukan, serta pengembangan program-program inovatif yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan simbolis buku oleh Eri kepada perwakilan dari OPD sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, Kabupaten Brebes dapat menjadi salah satu daerah contoh dalam penerapan perpustakaan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Tags:    

Similar News