Kick off proyek strategi leapfrogging berbasis join resources PTS DIY untuk genjot kualitas

Mutu perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus terus ditingkatkan agar tetap eksis ditengah persaingan yang semakin ketat.

Update: 2024-08-13 19:56 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Mutu perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus terus ditingkatkan agar tetap eksis ditengah persaingan yang semakin ketat. Sebagai upaya meningkatkan kualitas PTS, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta menggelar Kick Off Proyek Strategi  Leapfrogging Berbasis Join Resources PTS DIY untuk Fasilitasi Peningkatan Mutu dan Relevansi PTS DIY Tahun 2024 yang berlangsung di kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD)Yogyakarta, Sabtu (10/8/2024).

Kepala LLDikti Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D mengatakan kegiatan ini sebagai upaya untuk mengimplementasikan semangat maju bersama dalam meningkatkan mutu dan relevansi PTS melalui joint resources di wilayah DIY. Di DIY sendiri dari 100 PTS hanya ada 7 PTS yang unggul. Kemudian dari 100 PTS tersebut terdapat 740 prodi dan hanya 131 yang unggul.

"Kita punya slogan ndulur limo yang diusung oleh LLDikti Wilayah V yaitu paseduluran. Dengan semangat itu kami kembangkan sebuah strategi namanya leapfrogging atau strategi lompatan katak," ujarnya.

Dengan masih sedikitnya PTS yang unggul maka itu merupakan pekerjaan rumah yang cukup besar untuk meningkatkan kualitas. Disisi lain potensi yang ada di DIY cukup besar karena di wilayah V ini terdapat sebanyak 7.999 dosen. Dari jumlah tersebut 209 merupakan guru besar, 790 lektor kepala dan 1900 sudah bergelar doktor.

"Artinya potensi kita besar, belum lagi aset yang dimiliki PTS itu bisa triliunan. Maka strategi leapfrogging ini bisa menfasilitasi," imbuhnya. 

Sementara itu, Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Prof Ari Purbayanto mengatakan, bahwa selama ini DIY menjadi percontohan yang baik. Ia mengungkapkan bahwa ada 84 PTS yang akan dicabut Izinya yang tersebar di sejumlah provinsi seperti Jawa Barat, Jakarta dan Sumatra.

"Di Yogya itu aman, karena selama ini jadi percontohan yang baik," katanya. 

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menambahkan bahwa kolaborasi antara PTS harus selalu ditingkatkan dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Sehingga cara pandang selama ini bahwa PTS lain sebagai kompetitor harus diubah.

"Kita harus berkolaborasi, semangat ndulur limo diharapkan mampu memotivasi untuk memajukan pendidikan," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (13/8).

Tags:    

Similar News