Upacara HUT ke-79 RI di KBRI Abu Dhabi berlangsung khidmat, suhu mendekati 40 derajat celsius
Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-79 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi berlangsung meriah, Sabtu (17/8/2024). Di bawah terik matahari pagi Abu Dhabi yang hampir mencapai 40 derajat celsius, ratusan WNI di Persatuan Emirat Arab (PEA) dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi berkumpul sejak pukul 6.30 pagi waktu setempat.
Elshinta.com - Perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-79 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi berlangsung meriah, Sabtu (17/8/2024). Di bawah terik matahari pagi Abu Dhabi yang hampir mencapai 40 derajat celsius, ratusan WNI di Persatuan Emirat Arab (PEA) dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi berkumpul sejak pukul 6.30 pagi waktu setempat.
Mereka mengikuti upacara bendera dalam rangka peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, demikian siaran pers yang diterima Radio Elshinta dari KBRI Abu Dhani, Sabtu siang.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya terdiri atas 3 orang, kali ini Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) terdiri atas 7 orang, termasuk 4 putri berhijab yang mengenakan jilbab. Hal ini menjadi simbol inklusivitas dan penghormatan keyakinan beragama dan keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia.
Mayor Arzinar Yoga Widakso, anggota Kopassus yang tengah mengikuti pendidikan Sesko tentara PEA, didaulat sebagai komandan upacara. Sementara itu, Duta Besar RI untuk PEA, Husin Bagis, bertindak sebagai Inspektur upacara.
Dubes Husin Bagis menekankan pentingnya persatuan dan peran aktif warga Indonesia di luar negeri sebagai duta bangsa. “Di mana pun kita berada, kita membawa nama besar Indonesia. Mari kita bangun reputasi positif dan terus bersatu dalam kebhinekaan,” tegasnya.
Upacara ini dihadiri oleh warga Indonesia dari berbagai latar belakang, termasuk staf KBRI beserta keluarganya, mahasiswa dan dosen, pekerja profesional di sektor perminyakan dan perusahaan lainnya, hingga pekerja migran di sektor rumah tangga.
Sejalan dengan semangat Nusantara Baru, Indonesia Maju, sejumlah peserta upacara mengenakan pakaian daerah dan pakaian nasional. Dubes Husin Bagis tampak mengenakan pakaian demang betawi, lengkap dengan sarung songketnya.
Sementara itu sejumlah peserta upacara lainnya tampak mengenakan pakaian adat khas dari Jawa, Betawi, Sumatera, dan Sulawesi. Selain itu juga tampak banyak yang mengenakan batik bercorak dari beragam daerah di Indonesia.
Tahun 2024 merupakan tahun kedua upacara bendera diselenggarakan di kantor baru KBRI Abu Dhabi, di Jalan Al Yaqout no. 42, kawasan Rawdah. Kantor baru KBRI dan residen Duta Besar ini merupakan hibah dari pemerintah UEA.
Ini salah satu bukti nyata dari eratnya hubungan antara Indonesia dan UEA. Selain itu mencerminkan kedekatan Presiden Joko Widodo dengan Presiden UEA, Sheikh Muhamad Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Dubes Husin Bagis menyampaikan harapan agar ke depan, hubungan RI dengan UEA semakin dekat dan mesra. Semakin erat, setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi pada Juli 2024 yang lalu. Dan akan dibalas dengan kedatangan Presiden MBZ ke Indonesia pada bulan September mendatang.
Semakin erat dengan dukungan UAE untuk penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-20 di Abu Dhabi pada Desember 2024 ini. Direncanakan akan dihadiri presiden terpilih, Prabowo Subianto, dengan kapasitas sebagai presiden Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa).
Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Dubes Husin Bagis sebagai wujud syukur atas 79 tahun kemerdekaan Indonesia. Digelar juga beragam perlombaan anak-anak seperti lomba makan kerupuk, balapan kelereng, dan fashion show anak-anak. Serangkaian lomba dan acara meriah lainnya sudah berlangsung sejak Juni lalu, seperti pencak silat, lomba memancing, tenis meja, catur, bulu tangkis, domino, hingga karaoke.
Puncak perayaan HUT RI ke-79 akan ditutup dengan pentas seni budaya yang menghadirkan ragam kekayaan budaya Indonesia di panggung internasional. Perayaan HUT RI ke-79 di KBRI Abu Dhabi bukan sekadar upacara bendera, tetapi juga ajang memperkuat solidaritas dan kebanggaan nasional di tengah komunitas Indonesia yang berjuang di tanah rantau. (Ter)