Begini kata Kepala Badan Gizi Prof. Dadan Hindayana soal program makan gizi: menunya akan berbeda, tetapi ....

Presiden Joko Widodo baru saja melantik Prof. Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi. Sebagai lembaga baru yang dibentuk melalui Perpres, Badan Gizi akan bertugas mempersiapkan dan melaksanakan program makan gizi yang merupakan yang program prioritas dari pemerintahan Prabowo - Gibran, akan berjalan pada 2025.

Update: 2024-08-19 18:37 GMT
Presiden Joko Widodo melantik Prof. Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi, lembaga baru yang dibentuk melalui Perpres dan bertugas mempersiapkan dan melaksanakan program makan gizi yang merupakan yang program prioritas dari pemerintahan Prabowo - Gibran, akan berjalan pada 2025. Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo baru saja melantik Prof. Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi sebagai lembaga baru yang dibentuk melalui Perpres, Badan Gizi akan bertugas mempersiapkan dan melaksanakan program makan gizi yang merupakan yang program prioritas dari pemerintahan Prabowo - Gibran, akan berjalan pada 2025.

"Ini program yang harus segera dilaksanakan pada tahun 2025,” kata Dadan dalam program khusus Talk Highlight di Radio Elshinta Senin (19/8/2024).

Dadan menjelaskan  program makan gizi akan dilakukan dengan menetapkan standar makanan bergizi dan disesuaikan dengan ketersedian bahan pangan di tiap-tiap daerah.

"Yang kami tetapkan bukan menu, tetapi komposisi nutrisi atau gizi. Misalnya 30 persen protein, sekian persen karbo, serat. Sementara menunya sangat tergantung dari sumber daya lokal yang tersedia. Contohnya kalau indonesia timur suka makan ikan, jadi pasti proteinya dari ikan,” ujar Dadan.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan selama 8 bulan di berbagai daerah, program makan bergizi akan dilakukan di seluruh daerah dan di berbagai jenjang pendidikan (PAUD - SMA). Sementara program makan bergizi untuk ibu hamil akan dilakukan pendataan secara real time. Dadan menyatakan bahwa program prioritas ini penting dilakukan untuk mengatasi stunting.

"Rata-rata IQ Indonesia berada di 115 (rendah). ini kan suatu yang sangat krusial untuk SDM kedepan. Gizi ditentukan 4 faktor, kebiasaan makan, genetik dan lingkungan. Ada 2 siklus pertumbuhan penting, pertama seribu hari pertama, kalau kita tidak handle akan menimbulkan stunting. Kedua, usia dari 8-16 tahun, kalau kita tidak perhatikan kecukupan gizinya, pertumbuhannya juga kurang maksimal,” papar Dadan.

Setiap tahun bertambah 3 juta penduduk, yang lahir kurang lebih 4 juta, tetapi yang estasblish atau yang berlanjut 3 juta.  Sementara dari sisi ekonomi, keluarga dengan kondisi pra sejahtera masih banyak, sehingga perlu dilakukan intervensi makan bergizi.

Dadan mengatakan, "Rata-rata pertumbuhan anak dari keluarga sejahtera itu sedikit, dan pra sejahtera rasanya lebih banyak, jadi kita harus membantu bagiamana anak itu tumbuh dengan baik".

Dengan anggaran Rp71 T setahun, program makan bergizi juga diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga produk-produk petani dan nelayan diharapkan dapat terserap lebih banyak. (Anr/Ter)

Tags:    

Similar News