Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) momentum tingkatkan literasi

Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) diperingati setiap tanggal 14 September. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpustakaan Nasional  Drs. Agus Sutoyo, M.Si mengatakan momen Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) harus diangkat terus. Hal ini disampaikan saat diwawancarai Radio Elshinta bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, Sabtu (14/9/2024).

Update: 2024-09-14 15:12 GMT
Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpustakaan Nasional Drs. Agus Sutoyo, M.Si (Foto : IG Agus Sutoyo)
Elshinta Peduli

Elshinta.com - Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) diperingati setiap tanggal 14 September. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpustakaan Nasional  Drs. Agus Sutoyo, M.Si mengatakan momen Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) harus diangkat terus. Hal ini disampaikan saat diwawancarai Radio Elshinta bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, Sabtu (14/9/2024).

"Hal tersebut salah satu momen penting yang sampai hari ini marwahnya harus kita angkat terus. Ada masyarakat yang beranggapan perpus sudah mulai ditinggal. Padahal fakta di lapangan tidak seperti itu. Di negara maju perpus masih ramai, meski e-book sudah bagus. Di Perpusnas masih ramai kok," katanya.

Agus juga menjelaskan, Festival Literasi Nusantara bagian dari Hari Kunjung Perpus. Tujuannya untuk meningkatkan literasi dan upaya pembudayaan gemar membaca.

"Perlu dikaji kembali soal minat baca yangg rendah. Kenyataan memang di lapangan, dari 38 provisi yang disurvey, Perpus sudah menyasar hingga masyarakat desa. Sementara digitalisasi menyasar masyarakat di kota," tambahnya.

Ia juga menerangkan perlunya perhatian terhadap daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar. Untuk pembudayaan gemar membaca harus sampai pada masyarakat yang tinggal di daerah 3T. Ada prototipe yakni kuda pustaka atau perpustakaan keliling.

Elshinta Peduli

"Kami mendapat permintaan penambahan armada perpus keliling. Sedangkan bantuan dari pusat itu sifatnya stimulan. Ini harus ditingkatkan oleh daerah, gubernur, bupati, wali kota. Satu mobil itu bisa 20 menjangkau titik," ujarnya.

Disampaikan pula Perpustakaan Nasional memiliki anggaran terbatas tapi berupaya membantu dengan perpustakaan keliling. Sampai saat ini yang menjadi masalah bukan kendaraan atau mobil tapi lebih pada bahan bacaannya. Meskipun digempur teknologi atau digitalisasi namun perpustakaan masih dikunjungi banyak masyarakat. (Srr/Ter)

 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News