Pesawat Cycloop Air alami kecelakaan di Bandara Sentani, begini simulasi penanganannya

Pesawat Cycloop Air dengan kode penerbangan CYC175 rute Papua Nugini - Jayapura mengalami kecelakaan di Bandara Sentani, Kamis (19/09/2024) sore hari dalam simulasi penanggulangan keadaan darurat di  area Bandara Internasional Bandara Sentani.

Update: 2024-09-20 15:57 GMT
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Pesawat Cycloop Air dengan kode penerbangan CYC175 rute Papua Nugini - Jayapura mengalami kecelakaan di Bandara Sentani, Kamis (19/09/2024) sore hari dalam simulasi penanggulangan keadaan darurat di  area Bandara Internasional Bandara Sentani.

Pesawat jenis B737-900 ER tersebut mengalami kegagalan saat melakukan Landing di Runway 12 Bandara Sentani Jayapura sekitar pukul 15.00 WIT. Pesawat yang membawa 151 orang penumpang dan 6 kru tersebut tiba-tiba mengalami masalah engine brake dan kerusakan pada flap sesaat setelah landing. 

Akibatnya, pesawat melaju tak terkendali sehingga sliding atau tergelincir ke ujung kanan runway 12 dengan kondisi wings kanan mengalami kerusakan dan terbakar serta engine kanan terlepas dan tertinggal di dekat stop way runway 12, yang menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka dan meninggal dunia. 

Para korban luka-luka di evakuasi ke rumah sakit terdekat oleh tim medis, sedang korban meninggal dunia di tampung disalah satu posko tanggap darurat yang didirikan di areal Bandara Sentani.

“Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim evakuasi, dilaporkan 36 orang meninggal dunia, 24 orang luka berat, 35 orang luka ringan, dan 59 orang lainnya selamat,” kata General Manager Bandara Sentani Apip Erna Cahyadi.

Sementara itu, di lokasi lainnya yaitu di lobby terminal kedatangan Bandara Sentani terdapat sebuah benda mencurigakan berupa bom ditemukan di area terminal Bandara Sentani.  Dari hasil pengecekan CCTV didapatkan bahwa barang bom tersebut diletakkan dengan sengaja oleh orang tak dikenal.

Di lapangan dilakukan upaya lokalisir lokasi dan identifikasi awal dengan menggunakan Explosive Trace Detection (ETD) oleh Tim Gegana Brimob Polda Papua. Berdasarkan hasil pemeriksaan ETD, diketahui bahwa barang tersebut dinyatakan positif mengandung unsur explosive.

Pihak bandara yakni PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) berkoordinasi dengan Polsek KP3U dan memaksimalkan BKO untuk melakukan penguatan keamanan di semua akses bandara. 

“Tim TKP melaporkan bahwa telah dilakukan penanganan dan dilanjutkan dengan penyisiran pada seluruh daerah di bandara dan selanjutnya seluruh area bandara dinyatakan aman,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Jumat (20/9). 

Tak hanya kejadian tersebut, dalam peswat Cycloop Air type pesawat B737-900 ER registrasi PK-DJJ, flight number CYC175, rute Papua Nugini – Jayapura POB 157 orang (151 penumpang dan 6 crew)  di dalam pesawat di laporkan 1 orang penumpang terindikasi memiliki gejala cacar monyet atau virus Monkey Pox (Mpox) serta memiliki riwayat perjalanan ke negara endemik virus Mpox.

Selanjutnya petugas BKK mengambil alih fungsi komando penanganan penumpang  yang terindikasi terpapar virus Mpox dan menindaklanjutinya sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) yang berlaku. 

“Penumpang yang terindikasi memiliki gejala Mpox langsung dibawa menggunakan ambulans BKK menuju rumah sakit rujukan. Untuk  penumpang  yang memiliki kontak erat (duduk di dekat suspect diarahkan menuju ruang isolasi,” ungkap Cahyadi.

Kemudian BKK melaksanakan prosedur pemeriksaan medis dan ditemukan 2 orang penumpang suhu tubuhnya melebihi 38˚C. 2 orang tersebut kemudian dipisahkan tempat duduknya dari penumpang lain. 

Untuk penumpang yang suhu tubuhnya normal dan telah mengisi form HAC serta menyelesaikan prosedur keimigrasian diarahkan menuju kedatangan untuk mengambil bagasi masing-masing.
Selanjutnya penumpang bersama bagasinya dibawa dengan bus menuju rumah isolasi pemda.

Beberapa kejadian tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura Indonesia kantor cabang Bandara Sentani Jayapura. Latihan ini melibatkan para personel TNI, Polri dan Tim SAR dan stakeholder lainnya.

Latihan yang digelar di Bandara Sentani ini merupakan simulasi berskala besar (full scale exercise) berkonsep “one day three exercise”. Selain latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), dilakukan pula latihan terkait penanganan terhadap penyakit (medical emergency exercise) dan latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan (aviation security exercise).

Latihan PKD ini merupakan latihan yang pertama kali dilakukan di Bandara Sentani yang dilaksanakan selama satu hari yakni dari pagi hingga sore hari. “Di samping ketiga latihan inti tadi, dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi  skenario penanganan pasca kejadian, meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters dan penanganan terhadap media (media handling).

“Diharapkan melalui latihan ini, masing-masing stakeholder di Bandara Sentani ini dapat menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel berbagai bidang kerja dalam rangka penanggulangan keadaan darurat penerbangan,”kata General Manager Bandara Sentani Apip  Erna Cahyadi.

Dikatakan dia, pihaknya sebagai pengelola bandara berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa bandara dengan mengutamakan aspek dasar yang meliputi  Safety, Security, Service, dan Compliance (3S+1C) termasuk memastikan kesiapan serta kesigapan personel dan fasilitas dalam menghadapi kondisi darurat. Untuk itulah latihan semacam ini dilakukan.

Tags:    

Similar News