Banjir rendam 709 rumah di Aceh Utara, jalur transportasi putus
Banjir akibat luapan Krueng Keureutoe dan Krueng Pirak kembali melanda Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan akses transportasi lumpuh.
Elshinta.com - Banjir akibat luapan Krueng Keureutoe dan Krueng Pirak kembali melanda Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan akses transportasi lumpuh.
Kasi Humas Polres Aceh Utara, Iptu Bambang, mengungkapkan bahwa banjir telah merendam 19 desa di wilayah Kecamatan Matangkuli, dengan 709 rumah warga terendam. Di antara desa-desa yang terdampak, tujuh di antaranya berada dalam kondisi terisolir.
"Desa yang terisolir meliputi Desa Tanjong Haji Muda, Lawang, Siren, Meunye Pirak, Pante Pirak, Alue Thoe, dan Gampong Tumpok Barat," ujar Bambang pada Selasa (8/10).
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sekitar 370 hektare sawah yang sedang dalam masa tanam. Namun, hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing meskipun air belum surut.
Banjir kali ini turut mengganggu sejumlah fasilitas publik, termasuk Mapolsek Matangkuli, Kantor Camat, Koramil, Puskesmas, dan beberapa sekolah di desa terdampak. Beberapa ruas jalan penghubung antar desa juga tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Untuk aktivitas sehari-hari, warga terpaksa menggunakan sampan tradisional sebagai sarana transportasi alternatif. Jalur darurat pun telah disiapkan untuk menghubungkan desa-desa yang terdampak," tutup Bambang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Selasa (8/10).
Bencana banjir di Aceh Utara kali ini menjadi tantangan besar bagi warga dan pihak berwenang yang terus berupaya memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.