BKSDA: Tinggi debit air hambat evakuasi buaya lepas dari penangkaran di Cianjur
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi puluhan ekor buaya muara dari kolam penangakaran di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi puluhan ekor buaya muara dari kolam penangakaran di Kampung Gunung Calung, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Satu persatu buaya muara dengan ukuran rata-rata panjang lima meter dan bobot 300 kilogram itu di evakuasi dengan dimasukan ke kotak kayu menggunakan alat berat.
Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor Diah Qurani Kristina mengatakan, proses evakuasi ini merupakan tindak lanjut, pasca lepasnya kawanan buaya muara dari kolam penangakaran beberapa waktu lalu.
Diah menyebutkan, tingginya debit air kolam penangakaran menjadi kendala petugas dalam proses evakuasi hewan dengan nama latin Crocodylus porosus.
"Evakuasi dilakukan bertahap, rencananya akan dipindah ke lokasi penangkaran di Sumatera Selatan," kata Diah, kepada wartawan, (16/10).
Diah mengungkapkan, puluhan ekor buaya muara itu merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang dititiprawatkan di kolam penangakaran itu.
"Sejak 2018, dari pemiliknya diserahkan kepada BKSDA. Karena, kita keterbatasan lahan penangkaran jadi dititiprawatkan di kolam penangakaran tersebut," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan sebanyak 28 ekor buaya muara di kolam penangakaran telah berhasil dievakuasi dengan dimasukan ke dalam kotak kayu dengan menggunakan alat berat.
Proses evakuasi buaya muara akan terus dilakukan petugas sampai kolam penangakaran itu dinyatakan kosong dari buaya muara (Crocodylus porosus).
"Berdasarkan data yang tercatat di surat berita acara penitiprawatan jumlah buaya sebanyak 80 ekor," imbuhnya.
Sebelumnya, kawanan buaya lepas dari penangkaran dan masuk pemukiman warga dan aliran sungai di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (3/10).
Reptil predator itu lepas, setelah tembok benteng penangkaran jebol diterjang hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada Rabu (2/10) malam, kemarin.