Pembekalan Kabinet Merah Putih di Akmil bukan militerisme
Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menuturkan pembekalan Anggota Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo - Gibran di Akmil Magelang bukan militerisme. Hal ini disampaikan dalam wawancara di Radio Elshinta, Jum\\\\\\'at (25/10/2024).
Elshinta.com - Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menuturkan pembekalan Anggota Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo - Gibran di Akmil Magelang bukan militerisme. Hal ini disampaikan dalam wawancara di Radio Elshinta, Jumat (25/10/2024).
"Setiap pemimpin punya karakter berbeda-beda, ini bukan bentuk militerisme.Yang saya dengar ada kegiatan outbond, saya kira wajar, prinsip pak Prabowo memberikan pemahaman dan tidak ada unsur militer, ini bukan sesuatu yang baru," katanya.
Ridlwan juga menilai bahwa anggota kabinet yang sudah dilantik dan menjadi bagian Kabinet Merah Putih tidak diragukan. Menurutnya secara personal para menteri memiliki tugas masing-masing dengan kemampuan personal yang terpilih. Tapi dalam bekerja juga butuh kolaborasi dan kerjasama antar lembaga dan kementerian.
"Secara personal kita tidak meragukan tugasnya masing-masing. Secara kelompok kan bukan individual, perlu disinergikan, saling memahami. Potensi menteri luar biasa dari berbagai latar belakang," tambahnya.
Reporter Radio Elshinta Bayu Istiqlal melaporkan langsung dari Akmil Magelang menceritakan, kegiatan Jumat pagi (25/10/2024) diawali dengan olahraga bersama yang dipimpin oleh para pelatih dari Akademi Militer Magelang. Setelah berolahraga selama sekitar 30 menit, kegiatan dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris.
Para Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, hingga Penasihat Khusus Presiden dibagi ke dalam lima kelompok. Di setiap kelompok, disediakan masing-masing tiga pelatih baris-berbaris. Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Panglima TNI dan Kapolri juga turut serta dalam latihan tersebut. Jenderal (Purn) Wiranto juga mengikuti latihan bersama para anggota kabinet.
Presiden Prabowo mengatakan bahwa latihan ini bukan latihan kemiliteran, melainkan untuk menyamakan frekuensi dan gerak langkah sebagai pemerintah. "Kita harus bergerak seirama dengan tujuan yang sama. Pemerintah itu tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan sebagai tim," ujar Presiden.
Ridlwan Habib menilai gebrakan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan terobosan baru. Karena setiap presiden menurutnya memiliki karakter dan ciri khas sendiri dari mulai Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo yang berakhir 20 oktober 2024. Menurutnya kepemimpinan dari Orde Lama hingga Orde Reformasi merupakan eksperimen demokrasi.
"Ini terobosan yang berani dari presiden berlatar belakang kopasus. Ini tidak sembrono dan bukan hura-hura, terobosan yang luar biasa. Indonesia berulang kali mengalami ekspresimen demokrasi dari presiden Pak Karno dan terakhir kemarin Pak Joko Widodo yang kelihatan sipilnya. Kita tunggu terobosan Presiden Prabowo yang berlatarbelakang militer," pungkasnya. (Srr/Nak)