Aparat gabungan simulasi penanganan konflik Pilkada Salatiga 2024 

Aparat  gabungan yang terdiri dari Korem 073/Makutarama, Polres Salatiga dan Pemkot Salatiga menggelar simulasi penanganan konflik Pilkada Salatiga 2024 di halaman DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jalan Sukowati, Salatiga, Kamis (31/10). 

Update: 2024-10-31 23:34 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Aparat  gabungan yang terdiri dari Korem 073/Makutarama, Polres Salatiga dan Pemkot Salatiga menggelar simulasi penanganan konflik Pilkada Salatiga 2024 di halaman DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jalan Sukowati, Salatiga, Kamis (31/10). 

Simulasi berlangsung seperti pengondisian adanya ketidakpuasan pada saat pendukung pasangan calon pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Salatiga membuat ratusan pendukung yang kurang puas melakukan aksi anarkis di depan DPRD Kota Salatiga. 

Sejumlah massa ingin merangsek masuk ke kantor DPRD Kota Salatiga. Satu kubu ingin segera dilakukan pelantikan calon yang telah menang. Sedangkan calon lain merasa paslon yang didukung dicurangi dan pilkada harus diulang.

Sebelum ricuh, demonstran sempat difasilitasi audiensi tetapi tidak menemukan titik temu. Sehingga akhirnya ricuh pun tak terhindarkan. Petugas keamanan menerjunkan anjing K9 dan menembakkan water cannon untuk untuk membubarkan kericuhan. Setelah itu, massa berangsur membubarkan diri setelah tim taktis diturunkan.

Dandenpom IV/3 Salatiga, Letkol CPM Widodo menjelaskan, kegiatan pelatihan penanganan konflik sosial ini dilakukan untuk antisipasi jika terjadi konflik sosial di masyarakat karena kericuhan saat Pilkada serentak 2024.

"Mekanisme (pelatihan) ini adalah seandainya ada situasi konflik sosial dengan skala besar yang sampai mengganggu operasional kinerja pemerintah daerah. Sehingga status kedaruratan ini ditetapkan oleh Gubernur," kata Dandenpom. 

Simulasi kali ini melibatkan sekitar 350 personil dari TNI dan Polri.

"Harapannya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan  aparat gabungan untuk dapat  mengatasi keadaan yang tidak kondusif," tandas Letkol CPM Widodo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (31/10).

Tags:    

Similar News