Berdayakan disabilitas, salon di Tegal beri pelatihan cukur rambut
Sebuah salon cukur mengambil langkah progresif dengan memberikan pelatihan khusus kepada penyandang disabilitas.
Elshinta.com - Sebuah salon cukur mengambil langkah progresif dengan memberikan pelatihan khusus kepada penyandang disabilitas. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan individu dengan keterbatasan fisik dan meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang keterampilan cukur rambut. Pelatihan ini diadakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Tegal, yang menjadi tempat berkumpulnya siswa berkebutuhan khusus dari berbagai latar belakang.
Kegiatan ini diadakan selama satu hari, di mana para peserta diberi kesempatan untuk belajar teknik dasar pemotongan rambut, penggunaan alat cukur, serta pelayanan yang baik kepada pelanggan. Tim pengajar dari Harmonis Barbershop terdiri dari para barber profesional yang berpengalaman, yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan motivasi kepada peserta untuk percaya diri dan berani mengejar cita-cita di bidang yang mereka pilih.
Eko Budiyanto selaku humas SLB Negeri Kota Tegal mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan Harmonis Barbershop merupakan kegiatan yang sangat baik dan memotivasi para penyandang disabilitas untuk semangat dan percaya diri dalam menjalani kehidupannya.
"Mereka secara tidak langsung memberikan semangat dan motivasi kepada para pelajar SLB Negeri Kota Tegal bisa berwirausaha menjadi seorang barber. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berkarier di masa depan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (8/11).
Eko juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian, sehingga mereka mampu berkontribusi positif terhadap masyarakat.
Selain pelatihan, Harmonis Barbershop juga mengadakan kunjungan ke SLB untuk mengenal lebih dekat tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Dalam kunjungan tersebut, tim Harmonis Barbershop berinteraksi langsung dengan siswa, membagikan cerita inspiratif, serta memberikan dukungan moral.
"Kami ingin menunjukkan bahwa setiap orang, apapun kondisinya, memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang," ungkap Amin Supriyono, owner dari Harmonis Barbershop.
Lebih lanjut kunjungannya ini untuk memberikan praktek lapangan calon barber penyandang disabilitas agar benar-benar mendalami keahlian seorang barber hingga siap membuka usaha pangkas rambut secara mandiri.
Amin juga mengatakan, kunjungan yang dilakukan merupakan kegiatan bhakti sosial yang dikemas pangkas rambut gratis bagi pelajar SLB Negeri Kota Tegal.
Ada sebanyak 6 calon barber yang dilatih dan diberikan praktek langsung memotong rambut siswa penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Tegal.
"Mereka akan diberikan tempat usaha lengkap dengan peralatannya, untuk itu keahlian mencukur rambut harus benar-benar bisa maksimal untuk memberikan kepuasan konsumen," ujar Amin.
Praktek lapangan ini baru pertama kali diadakan untuk calon barber disabilitas diantaranya tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, yang melihat pentingnya pemberdayaan penyandang disabilitas. Beberapa orang tua siswa mengungkapkan harapan mereka agar lebih banyak perusahaan atau individu yang peduli dan mau berkontribusi dalam menciptakan peluang bagi anak-anak mereka.