Debat terakhir Pilkada Kudus diwarnai kericuhan
Debat pasangan calon bupati dan cawabup Kudus Jawa Tengah yang digelar oleh KPU Kabupaten Kudus putaran terakhir digelar Rabu sore (13/11).
Elshinta.com - Debat pasangan calon bupati dan cawabup Kudus Jawa Tengah yang digelar oleh KPU Kabupaten Kudus putaran terakhir digelar Rabu sore (13/11). Debat yang diikuti oleh dua paslon bupati dan wakil bupati Kudus yakni paslon nomor urut 01 Sam'ani Intakoris-Bellinda Birton dan paslon nomor urut 02 Hartopo-Mawahib. Debat kali ini disiarkan oleh salah satu stasiun televisi di salah satu hotel di Kudus berlangsung cukup seru bahkan ada ribuan pendukung yang hadir memenuhi halaman hotel.
Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan pihaknya menyerap aspirasi semua pihak sehingga debat kali ini dilakukan sore hari dan disiarkan langsung agar masyarakat Kudus bisa menyaksikan dan akhirnya mengetahui visi misi dari paslon.
"Ini debat terakhir mari kita jaga ketertiban", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (13/11).
Saat debat berlangsung kedua paslon cukup sengit saat melempar pertanyaan dan jawaban mulai dari isu penanganan bencana banjir di Kabupaten Kudus hingga masalah tingginya angka perceraian di Kudus. Demikian juga isu UMKM sampai citywalk.
Sam'ani Intakoris yang mantan sekretaris daerah dan menjabat dibeberapa OPD memaparkan pengalamannya demikian juga Hartopo yang mantan bupati Kudus juga menyampaikan kebijakan yang sudah diambil saat menjabat. Sementara, Bellinda Birton yang merupakan generasi muda mengaku setiap hari masih belajar namun ia berkomitmen untuk menjadikan Kudus Sehat sesuai tagline mereka. Tak kalah Cawabup nomer urut 02 Mawahib seorang politisi ini menyampaikan pengalamannya sehingga berjanji akan menjadikan "Kudus Berkah".
Sementara itu, di luar gedung tempat debat berlangsung aparat kepolisian dari Polres Kudus agak kerepotan saat para pendukung saling ejek kemudian saling lempar botol air mineral. Kericuhan pun terjadi dan tidak bisa terelakan. Namun, akhirnya dapat diredam setelah Aparat keamanan turun tangan.