UMRI-Dewan Pendidikan Riau ajak pelajar stop pembulian

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bekerja sama Dewan Pendidikan Provinsi Riau terus mengajak pelajar untuk menghentikan pembulian dan stop kekerasan seksual kepada teman mereka karena kejahatan itu pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Update: 2024-11-20 07:03 GMT
Stop pembulian. ANTARA/dok.

Elshinta.com - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bekerja sama Dewan Pendidikan Provinsi Riau terus mengajak pelajar untuk menghentikan pembulian dan stop kekerasan seksual kepada teman mereka karena kejahatan itu pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

"Islam sebagai agama sempurna dan saling menyempurnakan telah memberikan panduan untuk mencegah perilaku tercela ini. Salah satu langkah preventif adalah melalui sistem pendidikan yang mendidik generasi muda untuk memahami dampak buruk buli dan kekerasan," kata Rektor UMRI Dr Saidul Amin di Pekanbaru, Selasa.

Pendapat demikian mengemuka dalam seminar bertema "Stop Bullying dan Kekerasan Seksual," digelar di auditorium Kampus Utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.

Rektor UMRI mengajak peserta untuk menanamkan karakter positif dan membangun budaya anti-bullying serta anti-kekerasan seksual dalam diri masing-masing, dengan demikian generasi muda selain menjadi pribadi yang bermoral juga mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.

Apalagi bullying, secara verbal dan non-verbal, serta kekerasan seksual adalah kejahatan serius terhadap hak asasi manusia, semoga seminar ini bisa menjadi momentum menyadarkan masyarakat, generasi muda tentang penting menghentikan bullying dan kekerasan seksual demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Riau Fauzan MSi mengatakan penting kerja sama lintas instansi dalam menangani masalah bullying dan kekerasan seksual yang marak terjadi, terutama di tingkat SMP dan SMA/SMK.

"Kami mengapresiasi panitia penyelenggara seminar ini dan sebagai bagian dari Dewan Pendidikan yang berada langsung di bawah Gubernur Riau, terus memantau sekolah-sekolah di tingkat SMA dan SMK jika ada kejadian kejahatan asusila tersebut," katanya.

Karena itu Dewan Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Riau dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus bullying serta kekerasan seksual.

Kerja sama yang kuat antara Universitas, Lembaga Pendidikan, dan Instansi Pemerintah, diharapkan upaya pencegahan dapat terus ditingkatkan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Sekaligus upaya ini dapat memperkuat langkah-langkah preventif dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja.

"Semoga seminar ini menjadi pembelajaran dalam memahami dampak buruk bullying dan kekerasan seksual, juga mencari solusi konkret agar kejahatan ini dapat diminimalisasi di lingkungan pendidikan,” demikian Fauzan.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dr Arsen Simeru, SPd MKom menekankan penting perhatian serius terhadap kedua masalah ini dan perlunya standar yang jelas untuk mendefinisikan perilaku bullying, agar tidak menjadi sesuatu yang dianggap remeh atau tidak terukur.

Tags:    

Similar News