Helmi Yahya sebut bisnis laundry peluang keberhasilannya sangat besar
Helmi Yahya dalam bincang-bincang,Laundry Innovation Summit (LIS) 2024 bersama pengusaha sukses di tanah air, Apik Primadya, Founder & CEO PT. Apique Resikindo Prima (Apique Group).
Elshinta.com - Jakarta - Memulai bisnis hendaknya jangan berjalan sendiri. Jalani bisnis dengan yang sudah memiliki jam terbang dan berhasil. Salah satunya bisnis laundry Apique Group.
Hal itu disampaikan Helmi Yahya dalam bincang-bincang,Laundry Innovation Summit (LIS) 2024 bersama pengusaha sukses di tanah air, Apik Primadya, Founder & CEO PT. Apique Resikindo Prima (Apique Group).
"Potensi bisnis laundry masih sangat besar sekali peluangya. Rumah sakit, hotel, banyak cuci di loundry kiloan. Jadi lakukan bisnis yang banyak dibutuhkan, yang aman bisnis laundry. Modalnya, kecil," ucap Helmi Yahya, Rabu (20/11/2024) di kantor Apique, Pejaten, Jakarta.
Papar Helmi Yahya lagi, melakukan bisnis tidak bisa mengandalkan medsos, seperti belajar lewat youtube.
"Ada hal yang tidak bisa di dapat dari YouTube misalnya. Jadi kolaborasi sangat penting.
Selain itu, jangan bisnis yg tidak dikuasai," jelasnya.
Adanya perubahan gaya hidup, kesibukan bekerja, mencuci pakaian yang awalnya mencuci sendiri atau secara manual, pada akhirnya pilihan mencuci jasa laundy menjadi pilihan.
"Terjadi perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semula mencuci pakaian secara manual, atau mencuci sendiri menjadi mencuci di outlet laundry. Cepat dan praktis menjadi alasan utamanya. Bisnis laundry pun mengalami banyak perubahan dan terkena dampak kemajuan teknologi, karenanya, semua laundrypreneur perlu lebih banyak beradaptasi dan siap menghadapi disrupsi. Banyak inovasi dan ide yang bisa diterapkan dalam bisnis laundry. Untuk itu laundrypreneur perlu belajar lebih banyak untuk memimpin pasar,”papar Apik Primadya pada Press Conference “Laundry Innovation Summit 2024” di Apique Headquarter, 20 November 2024.
Apik menegaskan, melalui LIS 2024, Apique Group berkomitmen untuk memimpin ide inovasi dan membantu laundrypreneur berkembang.
"Inovasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan dan peluang di bisnis dan industri laundry. Karena praktek yang disertai dengan teknologi terbaik dapat mendukung peningkatan efisiensi dan keberlanjutan yang bermuara pada kepuasan pelanggan,".
Di kesempatan yang sama, Coach Tom Mc Ifle, CEO of Top Coach Indonesia yang juga menjadi narasumber di LIS 2024 mengatakan, “Laundry memang bisnis yang menjanjikan, namun jika tidak disertai dengan pengetahuan dan kemampuan leadership yang mumpuni hasilnya bisa mengecewakan, gulung tikar, bahkan bangkrut. Untuk itu menambah literasi di bidang ini sangatlah penting. LIS 2024 event laundry dengan paket lengkap yang harus diikuti oleh para calon dan laundrypreneur. Banyak rahasia sukses, tips dan trik yang akan diungkap hanya di event ini”.
Sebagai inspirasi akan dilakukan rangkaian agenda LIS 2024, dengan menggelar seminar dan interaksi langsung dengan 6 CEO terkemuka yang terbaik di bidangnya.
Mereka ialah Coach Tom Mc Ifle (CEO of Top Coach Indonesia), Coach Armala (Founder & President Human Plus Institute), Victoria Wong (CEO of Start Your Content Academy), Deryansha Azhary (CEO of KasiSolusi), Helmy Yahya (Founder of Yahya & Yahya), dan tentu saja Apik Primadya (Founder & CEO of Apique Group).
Selain seminar, ada pula pameran booth produk-produk dan teknologi laundry dari para mitra dan sponsor, serta tak ketinggalan live entertainment untuk menyemarakkan acara yang rencananya dibuka oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman.
Sebagai bentuk penghargaan, LIS 2024 juga memberikan diskon spesial dan doorprize kepada para mitra Apique Group.
Helmy Yahya, Founder of Yahya & Yahya yang ditunjuk menjadi salah satu speaker mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dan sangat terhormat diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, sekaligus mengedukasi para calon dan pengusaha laundry.
“Saya mengapresiasi event luar biasa ini, sebagai pengusaha kita harus bisa berkontribusi pada masyarakat, salah satunya melalui LIS 2024 ini. Membuka wawasan dan pemahaman baru pada mereka yang ingin menjadi pengusaha, dan yang tengah berjibaku untuk meningkatkan skala usahanya ke level yang lebih tinggi”. (Dd)


