Bencana 5 daerah Sumatera Utara, 10 meninggal 8 warga hilang

Banjir bandang dan longsor melanda 5 daerah di Sumatera Utara akibat hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari ini. Bencana banjir dan longsor mengakibatkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 8 orang dilaporkan hilang.

Update: 2024-11-25 11:45 GMT
Longsor menerjang Padang Lawas Sabtu 23/11/2024 (Foto : Kemenos)

Elshinta.com - Banjir bandang dan longsor melanda 5 daerah di Sumatera Utara akibat hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari ini. Bencana banjir dan longsor mengakibatkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 8 orang dilaporkan hilang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut 5 lokasi bencana yakni Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Tanah Karo, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Deli Serdang.

"Data sementara korban, secara keseluruhan ada 10 korban jiwa, 8 warga dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian," ungkap Sri Wahyuni saat wawancara di Radio Elshinta Senin (25/11/2024).

Labih lanjut Sri Wahyuni menjelaskan bencana banjir menggenangi sawah dan rumah terjadi di Mandailing Natal, Padang Lawas, serta di Tapanuli Selatan. 

"Warga di Padang Lawas dan Tapanuli Selatan terpaksa mengungsi karena ketinggian banjir hingga menutup rumah warga. Kami sudah mengirim bantuan personil dan perlengkapan untuk pendampingan serta evakuasi warga," ujar Sri Wahyuni.

Bencana longsor menerjang wilayah Kabupaten Karo, Kabupaten Deli Serdang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, korban hilang dan merusak bangunan.

Berikut jumlah korban yang dihimpun BPBD Sumatera Utara hingga Minggu pukul 16.00 wib :
1. Longsor di Kab Karo menimbun 2 rumah warga dan 1 penginapan. 4 korban meninggal dunia dan 6 warga hilang.
2. Longsor di Deli Serdang 2 korban meninggal dunia dan 2 orang hilang
3. Banjir dan longor di Padang Lawas 4 korban ditemukan meninggal dunia

Sri Wahyuni menambahkan BPBD Sumatera Utara telah mengirimkan bantuan personil untuk melakukan pendampingan warga dan membersihkan material lumpur longsor dengan mengerahkan alat berat. Longsor sempat memutus akses jalan Brastagi - Medan, namun saat ini sudah bisa dilintasi kembali.

"Pemerintah telah mengundang seluruh Bupati di wilayah Sumatera Utara untuk menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat," tambahnya

Sri Wahyuni mengatakan informasi BMKG memperkirakan puncak curah hujan terjadi bulan November-Desember sehingga seluruh masyarakat  bisa mengantisipasi ancaman bencana akibat tingginya curah hujan. 

Tags:    

Similar News