Kemenlu: Semua pihak lindungi warga sipil dari perang Suriah

Pemerintah Indonesia mengkuti secara seksama perkembangan di Suriah dan mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap keamanan regional serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.

By :  Redaksi
Update: 2024-12-08 22:48 GMT
Sumber Wikipedia

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia mengkuti secara seksama perkembangan di Suriah dan mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap keamanan regional serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin perlindungan warga sipil sesuai dengan hukum internasional, terutama Hukum Humaniter Internasional dan Hukum HAM Internasional," tulis Kementerian Luar Negri mengutip keterangan @Kemenlu_RI di X, Minggu 8/11/2024.

Mengutip dari berbagai sumber, pemberontak Suriah dikabarkan telah menggulingkan Rezim Presiden Bashar al-Assad. Melalui pernyataan yang disebarkan melalui video sekelompok orang menyatakan telah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Pihak oposisi telah merebut Istana Kepresidenan dan mengendalikan ibu kota.

Kemenlu menyatakan KBRI Damaskus telah mengambil semua langkah yang dipandang perlu untuk memastikan keselamatan WNI, termasuk mempersiapkan kemungkinan evakuasi ke tempat yang lebih aman, jika situasi keamanan memburuk.

Perang saudara yang terjadi sejak tahun 2011 telah menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah negara. 

"Krisis di Suriah hanya dapat diselesaikan melalui suatu proses transisi yang inklusif, demokratis, dan damai yang mengedepankan kepentingan dan keselamatan rakyat Suriah yang tetap menjaga kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Suriah," tulis Kemenlu.

"Namun situasi keamanan masih sangat dinamis. Terdapat beberapa ledakan besar di sekitar kota Damaskus yang berasal dari serangan udara yang diduga dilakukan Israel. Terdapat pula peluru nyasar yg mengenai atap gedung KBRI tembus hingga ruang rapat, namun tidak ada WNI yang terluka," ungkap Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha di grup wartawan Kemenlu.

"Saat ini terdapat 19 WNI pekerja migran yang berada di shelter KBRI Damaskus," tambah Judha Nugraha.

Judha mengatakan pertempuran yang awalnya terjadi dini hari ini (8/12) saat ini berangsur mereda setelah Presiden Bashar Al-Assad meninggalkan Damaskus 

Tags:    

Similar News