DPRD DIY kunjungi rumah Djauw Kie Song, saksi bisu peristiwa Rengasdengklok

Rengasdengklok menjadi tempat penting dalam sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia.

By :  Redaksi
Update: 2024-12-09 16:44 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Rengasdengklok menjadi tempat penting dalam sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa Rengasdengklok mengingatkan betapa heroiknya para pemuda pejuang dalam "menculik" tokoh penting Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. 

Para pemuda pejuang Pembela Tanah Air (PETA) tersebut seperti Soekarni, Jussuf Kunto, Singgih, kemudian membawa Bung Karno dan Bung Hatta dari Jakarta ke Rengasdengklok pada Kamis, 16 Agustus 1945. Bung Karno dan Bung Hatta dibawa dari Jakarta ke Rengasdengklok, Karawang menggunakan mobil. Dua tokoh penting itu kemudian diinapkan di rumah seorang petani keturunan Tionghoa yaitu  Rumah Djiauw-Kie Siong. Turut juga dalam rombongan tersebut Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno putra yang masih bayi.

Para pejuang telah mengibarkan bendera Merah Putih di Rengasdengklok dan teks proklamasi disusun di Rumah Djiauw-Kie Siong untuk persiapan proklamasi kemerdekaan. Namun pada sore hari, Mr. Ahmad Soebarjo menjemput Bung Karno dan Bung Hatta serta Fatamawati dan Guntur kembali Jakarta. Ahmad Soebarjo menjamin bahwa Proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan akhirnya dilaksanakan dikediaman Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. 

Rumah Djiauw-Kie Siong yang menjadi saksi bisu peristiwa Rengasdengklok tersebut sampai saat ini masih bisa dikunjungi. Meski lokasinya sudah bergeser dari lokasi sebenarnya tetapi bentuk bangunan rumah masih dijaga orisinalitasnya. Rumah tersebut sudah banyak dikunjungi tokoh-tokoh politik seperti Prabowo Subianto sebelum jadi Presiden. 

"Di sini kita belajar untuk lebih mengerti tentang sejarah dan bagaimana dedikasi pengorbanan semangat juang dan daya tahan para pejuang atas tekanan dari para penjajah yang begitu kuat," ujar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto saat mengunjungi Rumah Djiauw-Kie Siong di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 33 Rengasdengklok ,dalam rangka kegiatan Napak Tilas Sejarah, Mengukuhkan Semangat Pancasila, Jumat (06/12/2024). 

Menurutnya, dalam peristiwa Rengasdengklok tersebut dapat dipetik pelajaran berharga betapa para pahlawan benar-benar rela berkorban dengan tidak mempertimbangkan lagi keselamatannya saat itu. Mereka mengambil resiko yang cukup besar saat membawa Bung Karno-Bung Hatta dari Jakarta ke Rengasdengklok dengan banyaknya pos-pos penjagaan dari tentara penjajah. Daya juang yang sangat kuat untuk kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan menanggalkan kepentingan pribadi bahkan megorbankan keselamatan diri dan keluarga.

"Untuk konteks hari ini adalah, kita bisa petik betapa menjaga Indonesia itu penting, kita punya negara dan bangsa ini sudah menjadi kwajiban kita semua untuk menjaga dengan sebaik-baiknya," imbuh politisi PDIP kota Yogyakarta tersebut. 

DPRD DIY berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan museum bersejarah peristiwa Rengasdengklok. Pemerintah pusat selayaknya untuk memberikan bantuan seperti pembangunan infrastruktur jalan menuju lokasi sebagai suatu penghargaan kepada para pehalawan yang telah memerdekaan Bangsa. 

Menantu dari cucu pemilik rumah, Ibu Lani mengatakan kondisi rumah masih asli mulai dari lantai, atap dari gedek, genting, ranjang, bilik, papan. Rumah yang dibangun tahun 1920 itu kini dirawat cucu-cucunya. Aslinya rumah berada dipinggiran sungai CItarum namun karena banjir dan tergerus arus maka rumah dipindah pada tahun 1957 ke lokasi sekarang.

"Dipindah kesini, bangunannya masih asli, lokasinya saja yang pindah, rumahnya kayu-kayu jadi cukup dilepas dicopot-copot," jelas Lani seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (9/12).   

Di rumah tersebut di bagian depan terdapat dua kamar yang ditempati oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Sementara untuk rombongan lain berada di belakang. Rumah tersebut telah bersatus sebagai bangunan cagar budaya. Ia mengungkapan rumah ini pernah dikunjungi oleh Prabowo, Jokowi, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo. 

Tags:    

Similar News