Mary Jane dipastikan kembali ke Filipina usai perundingan Jakarta-Manila

Elshinta.com - Mary Jane Veloso, pekerja migran Filipina yang menunggu hukuman mati di Indonesia sejak 2010, dipastikan akan kembali pulang ke kampung halamannya berkat kesuksesan perundingan antara pemerintah kedua negara. 

Update: 2024-12-17 15:32 GMT
Warga negara Filipina terpidana mati kasus narkotika Mary Jane Veloso memberikan salam kepada awak media saat keluar dari Lapas Perempuan IIB Yogyakarta, Gunung Kidul, D.I Yogyakarta, Minggu (15/12/2024). Mary Jane Veloso dibawa ke Lapas Pondok Bambu, Jakarta sebelum dipindahkan ke negara asalnya. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Elshinta.com - Mary Jane Veloso, pekerja migran Filipina yang menunggu hukuman mati di Indonesia sejak 2010, dipastikan akan kembali pulang ke kampung halamannya berkat kesuksesan perundingan antara pemerintah kedua negara. 

Kepulangan Veloso merupakan hasil dari serangkaian diskusi, konsultasi, dan diplomasi yang gigih selama satu dekade," sebut pernyataan Istana. 

"Dengan penuh rasa syukur dan terima kasih kepada Republik Indonesia, kami sampaikan bahwa kepulangan kababayan (warga) kami, Mary Jane Veloso, akan segera dilakukan," kata Sekretaris Eksekutif Lucas Bersamin dalam pernyataannya pada Senin malam.

Ia menambahkan bahwa Filipina akan menghormati persyaratan pemulangan Veloso, yang perinciannya belum diungkapkan hingga saat berita ini disiarkan.

"Karena kami berkewajiban untuk menghormati persyaratan pemindahannya ke yurisdiksi Filipina, kami sangat gembira menyambut Mary Jane kembali ke tanah air dan keluarganya, yang telah lama ia jauhi," katanya.

Namun, pihak istana tidak menyebutkan kapan Veloso akan kembali ke Manila.

Veloso ditahan dan divonis hukuman mati pada 2010, setelah di koper yang dibawanya ditemukan berisi 2,6 kg heroin.

Pada April 2015, pemerintah Indonesia memberinya penangguhan hukuman pada menit terakhir ketika pemerintah Filipina memberi tahu Indonesia bahwa para perekrut Veloso telah menyerah.

Pada November, pemerintah Filipina menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung mengenai kemungkinan repatriasi Veloso.
 

Sumber: PNA-OANA

Tags:    

Similar News