Tunarungu dan schizophrenia, Salwa Tanara bisa berkarya
Salwa Tanara, gadis penyandang tunarungu yang lahir 29 April 2004, mendapat pujian dalam ajang fashion show "Launching Rempah Series" pada Jum'at (27/12/2024) di Oase at Area, Tangerang Banten. Salwa, sapaannya melahirkan motif rempah yang diaplikasikan pada busana dan hijab oleh desainer kondang Nina Nugroho.
Elshinta.com - Salwa Tanara, gadis penyandang tunarungu yang lahir 29 April 2004, mendapat pujian dalam ajang fashion show “Launching Rempah Series” pada Jum’at (27/12/2024) di Oase at Area, Tangerang Banten. Salwa, sapaannya melahirkan motif rempah yang diaplikasikan pada busana dan hijab oleh desainer kondang Nina Nugroho.
“Saya senang sekali,” kata Salwa dibantu bertutur oleh ibunya, Jumat kemarin.
Salwa adalah putri Siti Nur Azizah. Ibundanya, anak Wakil Presiden RI ke 13, KH Maruf Amin. Menjadi cucu Wapres ke-13 Ma’ruf Amin, Salwa tidak memanfaatkan status sebagai keluarga terhormat, tapi justru terus mengasah diri dengan dukungan orangtuanya.
Sementara itu, Siti Nur Azizah mengaku bangga pada Salwa. Azizah mengakui butuh perjuangan besar mendidik putri kesayangannya itu hingga bisa seperti sekarang.
“Satu hal yang tidak mudah mendidik anak berkebutuhan khusus. Sebagai orangtua saya sadar dia amanah dari Allah. Saya mencoba melihat apa yang diharapkan Salwa. Ternyata dia lebih senang menggambar. Dan sekarang belajar menulis novel. Buat saya ini menarik sekali,” ujar Azizah.
Salwa Tanara adalah seorang tunarungu dan sedang berjuang dalam sakit schizophrenia atau skizofrenia. Inilah gangguan mental berat yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi. Gangguan ini juga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik.
“Ketika Salwa mengidap skizofrenia, saya sampaikan bahwa itu seperti dialami oleh disabilitas yang lain. Salwa harus mengenalinya dan itu sesuatu yang alamiah saja. Salwa harus minum obat. Salwa mencoba mengenali penyakitnya. Dan dia melihat ada yang bisa dilakukan di antara keterbatasan itu,” tambah Azizah.
Menurut Azizah, Salwa sebelumnya tidak mengalami gangguan skizofrenia sampai usia remaja yaitu berumur 13 tahun. Tiba-tiba saat itu Salwa merasa cemas dan indera pendengarannya terganggu. Dia jadi sangat cemas, dan proses perjalanan mentalnya naik turun. Dokter mendiagnosa dia menderita skizofrenia.
Dengan segala keterbatasan, Salwa menemukan passion dan potensi luar biasa di bidang sashion. Dia memumpuk mimpi menjadi fashion designer yang sukses. Dia berusaha mengoptimalkan kondisinya untuk bisa menjadi diri sendiri.
Semua motif busana perancang mode Nina Nugroho dalam Rempah Series yang diluncurkan Jumat kemarin adalah motif rempah yang Salwa Tanara rancang sendiri. Terdiri atas design batik tulis dan printing yang ditorehkan dalam busana karya perancang mode terkenal itu.
Penulis: Sri Lestari/Ter