Sanitiar Burhanuddin: Jaksa Agung yang Berkomitmen pada Penegakan Hukum dan Integritas
Dr. Sanitiar Burhanuddin, lahir pada 17 Juli 1954, adalah Jaksa Agung Republik Indonesia yang telah menjabat sejak 2019. Selain itu, ia juga merupakan Guru Besar tidak tetap di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman
Elshinta.com - Dr. Sanitiar Burhanuddin, lahir pada 17 Juli 1954, adalah Jaksa Agung Republik Indonesia yang telah menjabat sejak 2019. Selain itu, ia juga merupakan Guru Besar tidak tetap di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Dengan latar belakang hukum yang kuat dan pengalaman karier yang panjang, Burhanuddin dikenal sebagai figur yang tegas dan berintegritas dalam menegakkan hukum di Indonesia. Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto kembali mempercayakan posisi Jaksa Agung kepadanya untuk periode 2024–2029.
Kiprah dan Dedikasi
Selama masa jabatannya, Burhanuddin telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memberantas korupsi, menjaga supremasi hukum, dan mendukung demokrasi. Salah satu inisiatif strategis yang ia terapkan adalah Instruksi Jaksa Agung (INSJA) No. 6 Tahun 2023, yang bertujuan mengoptimalkan peran kejaksaan dalam mendukung pelaksanaan pemilihan umum yang adil dan transparan. Langkah ini mencerminkan komitmennya terhadap integritas proses demokrasi di Indonesia.
Meski menghadapi kritik dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia, Burhanuddin tetap konsisten dalam menjalankan tugasnya. Publik memandangnya sebagai figur yang tegas dan berintegritas, menjadikan Kejaksaan Agung sebagai institusi yang berperan penting dalam pengambilan keputusan hukum di tanah air.
Riwayat Pendidikan
1. Sarjana Hukum, Universitas Diponegoro (1983)
2. Pendidikan Pembentukan Jaksa (1991)
3. Magister Manajemen, Universitas Indonesia (2001)
4. Doktor, Universitas Satyagama, Jakarta (2006)
5. Berbagai pelatihan profesional lainnya, seperti Pendidikan Korupsi (1992), Pendidikan Kepemimpinan Tingkat 1 (2003), dan Pendidikan Wira Intelijen (1993).
Riwayat Karier
1. Staf Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi (1989)
2. Kepala Kejaksaan Negeri B Kejari Bangko Jambi (1999–2001)
3. Kepala Kejaksaan Negeri A Kejari Cilacap (2003–2004)
4. Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus (2007–2008)
5. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (2010–2011)
6. Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI (2011–2014)
7. Komisaris Utama PT Hutama Karya (2015–2019)
Penghargaan
1. Bintang Mahaputera Adipradana (2024)
2. Satyalancana Karya Bhakti
3. Satyalancana Wira Karya
4. Tokoh Penegak Hukum Humanis, Detikcom Awards (2024)
5. Tokoh Restorative Justice, Detikcom Awards (2023)
6. Person Of The Year in Good Governance, CNBC Indonesia Award (2023)
Persepsi Publik dan Media
Selama tahun 2024, Burhanuddin menjadi salah satu figur yang paling banyak diberitakan di media nasional, dengan total 15.075 berita dari 2.329 media. Lonjakan pemberitaan terjadi pada Oktober 2024 saat pelantikannya kembali sebagai Jaksa Agung. Sebagian besar pemberitaan bersifat netral (43%) dan positif (36%), mencerminkan apresiasi publik terhadap kinerjanya, meskipun terdapat beberapa sentimen negatif (21%) terkait kritik atas beberapa kasus tertentu.
Dr. Sanitiar Burhanuddin adalah sosok yang telah membuktikan dedikasinya dalam memperkuat penegakan hukum dan mendukung demokrasi di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif strategis dan kepemimpinan yang tegas, ia terus berkomitmen menjaga integritas institusi hukum di Indonesia. Pengalaman dan penghargaan yang ia raih menjadi bukti nyata kontribusinya bagi bangsa dan negara.